Samudera Kata | Puisi Firdaus Herliansyah : Mantra Ratu Kodok

Pengasuh :
1. Husnu Abadi
2. Fakhrunnas MA Jabbar

Mantra Ratu Kodok

seperti anak haram ibukota lainnya
ada memori di peron kereta senja itu
kita adalah pemintal waktu
kau tak hendak ngobrol denganku?
tak rindu suaraku?
tanyamu gemas manja
diiringi rintik akhir januari itu

gerimis sore menertawakan kebisuanku..
sumpah serapah inang inang pasar 
bikin lidahku kian kelu..
dalam bising Pasar Minggu kita ngobrol 
tanpa pita suara..
seekor kodok menonton dipayungi hujan..
seakan dia baca mantra..
kero..kero..kero..
katanya

juwita hatiku..
senyum bibirmu 
telah sampaikan pesan
betapa kau sayang aku..
dua bola matamu 
ungkapkan kebenaran
bahwa kau takkan pernah tinggalkan aku..
genggaman erat jemarimu  
bisikkan rahasia
kalau kau takkan biarkan aku terjatuh..
sandarmu dibahuku 
tuturkan cerita
betapa kau tak bisa hidup tanpaku..
kecupan gairahmu 
ajariku tuk jadikan kau
ujung penantian kisah ini..

ku rangkul bahu mungilmu
kucubit nakal hidung indahmu
lepaskan saja kebinalan orang muda itu
berpayung langit kita terobos tanah basah Jakarta
kutatap lagi kedalaman pandangmu

juwita hatiku..
begitu laku kita selalu
obrolan tak dilahirkan lewat mulut
bahasa kita linguistik semesta
cuma aku, kau, dan ratu kodok yang insafi
sambil dia baca mantra
Kero.. Kero.. Kero
begitu katanya

Pekanbaru, 25 Oktober 2020

(Puisi ini juga dimuat dalam buku Antologi Puisi Bersama “Bait-Bait Sendu” Penerbit Elfa Mediatama, Cikarang, 2020)

Firdaus Herliansyah, berdomisili di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak yang saat ini bekerja sebagai PNS di Provinsi Riau. Penulis memiliki hobi dalam bidang sastra seperti menulis puisi dan cerpen yang beberapa diantaranya dimuat dalam buku antologi bersama.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan