Bersembang, Saling Serap Pengetahuan

5

Karya monolog “3431” dan class acting ditaja selama dua hari, Jumat-Sabtu (8-9) Mei 2026 di Balai Adat Cerenti. Helat yang langka itu tentu saja berarti bagi masing-masing pihak. Mereka saling berbagi pengalaman dan saling menyerap pengetahuan sesuai pemahamannya.

Bagi Lembaga Teater Selembayung asal Kota Pekanbaru, Cerenti menjadi tempat kedua dalam tahun ini, setelah Kota Dumai, 9-10 April 2026 lalu. Setiap tempat punya keunikannya sendiri. Khusus Cerenti, yang berjarak 200-an Kilometer atau enam (6) jam dari Pekanbaru menggunakan transportasi darat, bagi Fedli sangat membahagiakan.

Seluruh pihak yang berkaitkelindan dalam peristiwa itu terlihat saling mengisi. Kekurangan diberbagai hal tidak menghalangi kelancaran dan kekhidmatan acara. “Bumi Allahtaala ini adalah panggung. Jadi usah runsingkan soal ketiadaan elemen pemanggungan. Manfaatkan yang ada dan semua akan terasa lengkap serta menyenangkan,” ulas Fedli.

Tulisan Terkait

Kolaborasi Maksimal

Berita Lainnya

Penting diingat, membuka tabir dan rasa percaya diri anak-anak muda yang ikut class acting jauh lebih utama. Anak-anak yang sebelumnya malu-malu, merasa takut dan canggung unjuk diri di depan publik, setelah presentasi karya menganggap semua itu hanya mitos. Mereka percaya, grogi dan tak berani tampil di depan umum, selama ini karena dirinya tak punya poin.

“Sekarang kami merasa punya poin setelah diajak mengenal diri sendiri selama dua hari ini. Ternyata semua yang kami takutkan selama ini cuma mitos,” aku salahsatu peserta class acting Tria Anisa asal MTsM Cerenti yang disepakati kawan-kawannya.

Rose menambahkan, setelah anak-anak ikut agenda ini, akan terus diajak untuk latihan bersama. Pihaknya juga akan mengajak banyak lagi pihak yang peduli pada tumbuhkembang teater di kalangan anak muda. “Kami upayakan, dalam tahun ini menaja lomba monolog yang pesertanya mereka semua. Semoga niat baik ini wujud menjadi kenyataan,” kata Rose meyakinkan dirinya.

Anak-anak muda Cerenti telah membuktikan, bahwa materi dan pelajaran yang mereka dapat, serta pengalaman selama dua hari itu sangat membekas. Anak Cerenti yang jauh dari pusat kota tak lagi canggung dan berani bersaing sebab mereka mengakui, ternyata dirinya dan anak lain di tempat lain, setara dan punya peluang untuk maju.

“Ini memang belum seberapa tapi kami jadi tahu bagaimana cara menghargai diri sendiri, orang terdekat dan lingkungan kami. Tak ada yang perlu dikhawatirkan karena semua manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menariknya, kami justru didorong untuk menjadikan kekurangan jadi kelebihan seperti kisah-kisah hidup tokoh dunia, salahsatunya kisah Mr Bean,” kata Caca, pemenang FLS3N cabang monolog mewakili kabupaten Kuansing ketingkat provinsi Riau.(*)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan