

hujan mengguyur tubuh kota
jalanan basah
berwarna warni terbias lampu jalan
pucuk malam mulai terlihat
hitam membayang pekat
tubuh penuh kantuk
dalam malam mengajak lelap
mimpi-mimpi biru hanya deru waktu
tertinggal di tubuh ringkih
menahan gigil
tanpa selimut merah muda
Ia bertanya,
kapan dinding-dinding magenta
mendekap tubuhnya
atap merah menahan setiap
rinai?
yang ada,
hanya purnama memutih di langit
menjadi teman menanti pagi
hingga cerah sinar mentari adalah hadiah melanjutkan hidup
Duri, 23 November 2023
Heza Hara, lahir di Duri, Riau pada 31 Oktober 1986. Penulis yang juga seorang guru ini telah menerbitkan tiga buku solo, yaitu: Antologi Puisi “Karena Kucinta Kau” (2021), sebuah novel “Bulan di Hati Luna” (2021) dan kumpulan cerpen “Ombak Penyesalan di Lautan Hati” (2022). Mengajar di SMPS IT Darunnajah Duri.