Senyum Beda: Wahyu Mualli Bone

82

Sampai nanti. Akhirnya dijemput juga. Dengan senyum beda menanyakan. Ke rumah pasti bisa.

Tidak biasa, sedikit meyakinkan maksud ingin bersama meski sejenak tanpa siapa-siapa di sekitar.

Agak sungkan, tatapan gamang menusuk folikel rambut, bergetar kaku mengaku.
Di sini tempat nya.

Gigi saling bentur, tendangan huruf tanpa jepit pita, agar terpagar capaian daun simak yang tak sengaja melintasi nikmat ungkapan samar dari gerak bibir hingga menutup pandangan diagonal.

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Ingin mundur sedikit lantas mengulangi dengan maksud yang sama, senyum beda mengintip bersahut unggas cahaya. Pertanda tak layak ditambah ulang.

Masih ada kesempatan lain sepanjang masih di kasi hari.

Sengaja mengabaikan wewangian, agar pertemuan berikutnya makin tersembunyi proses mengawali hingga mengakhiri.

Pekanbaru, 15 Desember 2023

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan