Suara terdengar pilu
Aku memohon padamu
Namun kau mengabaikanku
Apakah lima tahun bersama hanya menjadi angin lalu?
Sepoi-sepoi dedaunan menyapa telinga
Sepasang mata menatap dengan putus asa
Apakah hanya aku yang mencinta?
Berarti selama ini perasaanku sia-sia
Oh rembulan
Sial nian nasibku
Bertemankan lagu galau
Aku menahan sesak sambil memandangmu
Anti Mati: Puisi Queenriz
Kenangan masih menumpuk rapi
Selimut terlipat mulus di lemari
Hari-hari kujalani
Tetapi tak ada yang mampu mengisi kekosongan hati
Aku termenung di balik ruang
Debu berterbangan menggelitik hidung
Mengamati beberapa foto usang
Dan tanpa sadar tersenyum riang
Andai kami masih bersama
Pastilah aku sangat bahagia
Tetapi aku tidak akan memaksa
Jika ia lebih memilih yang lainnya
Meski begitu
Ia tetaplah orang yang kucinta
Seseorang yang tak akan pernah menjadi abu
Karena tentangnya abadi dalam kepala
Lampung, 22 April 2025
Queenriz. Perempuan kelahiran Banten yang besar di Lampung, terjun di dunia kepenulisan sejak tahun 2021 dan mulai benar-benar serius menekuni sejak akhir tahun 2024.Bersama Akademi ThaTa Sastra Batch 17, ia kembali produktif dengan memilih kelas puisi. Tanpa menulis ia merasa seperti ada bagian dari dirinya yang hilang. Pernah menjadi bagian dari antologi romantis berjudul Harapan Dari Sebuah Cinta dan novelet perdananya berjudul Kala Cinta Memperdaya. Penulis dapat dihubungi melalui IG @queenriz1304 FB @Arina Rizqin Email: arinariz1304@gmail.com