Pulang: Puisi Ade Puspita Ningsih

114

Di pangkuan ilalang yang teduh
Muram tawa terseduh
Canda dan luka terbasuh
Tempat berpijak utarakan keluh
Dari riuhnya rantau tersuguh
Pintu berpulang melepas gaduh
Dari ruang tempat bersimpuh
Jendela udara yang aduh
Tempat pertama kalinya aku luluh
Dari fana dunia yang bangun dan jatuh
Hendak kemana aku berlari riuh
Kampunglah pulangku paling jauh
Pada Emak dan Bapak, aku terenyuh
Mimpi dan langkah yang jauh
Ingat dimana aku mengenal kawan dan musuh
Secuil harap pada kampungku yang masih utuh
Tetap jadi dermaga tempat akhir aku tumbuh dan runtuh.

Berita Lainnya

Pekanbaru, 23 Januari 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan