Lorong Waktu: Puisi Bunda Swanti

106

Lorong waktu mengajarkan
Nikmatnya menelan perih
Mengais ribuan pinta
Selalu ada di pertiga malam.

Aku terduduk beku dalam pesona rindu
Tergadai semua angan; lari mengejar meski berkali-kali jatuh.

Lagi-lagi lorong itu mengundang
berpesta bersama kunang – kunang
Aku tergugu
Tiada tahu harus bagaimana.

Lorong gelap ini menuntunku
Pada satu cahaya; pendarnya begitu hangat
Memelukku dengan bahasa air mata.

Rokan Hilir, 11 Februari 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan