Plastik Memudahkan, Tapi Siapa yang Menanggung Akibatnya?: Catatan Syekinah Simanullang

3

Sampah plastik masih menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di Indonesia. Berdasarkan penelitian berjudul “Indonesian Policy and Researches Toward 70% Reduction of Marine Plastic Pollution by 2025” (2023), sebagian besar sampah plastik yang mencemari laut berasal dari aktivitas di daratan. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada plastik sekali pakai menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya pencemaran plastik. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan sampah plastik bukan hanya tentang banyaknya sampah yang dihasilkan, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakan dan mengelolanya.

Kalau diperhatikan, plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari kantong belanja, botol minuman, sedotan, sampai bungkus makanan, semuanya sering kali langsung dibuang setelah dipakai. Memang praktis, tetapi tanpa disadari kebiasaan kecil itu terus menambah tumpukan sampah plastik yang sulit terurai. Menurutku, perubahan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Membawa tumbler sendiri, menggunakan tas belanja kain, atau memilih wadah yang bisa dipakai berulang kali mungkin terlihat sepele, tetapi kalau dilakukan banyak orang, dampaknya bisa sangat berarti bagi lingkungan.

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi tertentu, tetapi tanggung jawab kita semua. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan mendukung kegiatan daur ulang adalah langkah sederhana yang bisa dimulai dari sekarang. Kalau kita terus peduli dan mau mengubah kebiasaan sedikit demi sedikit, jumlah sampah plastik di Indonesia bisa berkurang, sehingga generasi mendatang masih bisa menikmati lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Syekinah Simanullang, SMA Negeri 15 Batam

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan