Ada yang menginginkan diri sebagai pemilik harta, sebab lelah menyimak, bahwa barang tersembunyi acap atas nama Qarun.
Bumi menelan sebab bagian darinya. Apa yang tidak, kulit menangis selidah selat.
Hutan masih lebat, harta Qarun dunia
Sungai masih asri, salah satu harta Qarun
Pohon para tinggal sebatang, milik Qarun.
Barangkali setelah melangka seragam sawit juga jadi harta Qarun.
Begitulah kisah Qarun dapat nama, tidak lagi berlian dan kilau dua puluh empat karat yang ditelan bumi, kamu si cantik, tampan milik Qarun.
Qarun dan Karun kembar kerabat, sila dibaca. Qarun Karun.
Karunia Pemilik bentuk melincah lidah dari alur, parit, sungai, selat, laut, samudra sampai samudra langit kembang kempis mengudara.
Milik siapa kalimat terucap.
Desa Batang Duku, 7 April 2024