Sepasang Racun Senyum Perempuan, Nadira Najelita Marsya: Puisi Ulul Azmi

122

Bersyukurlah dik
kamu diciptakan dengan mahkota
menduduki singgasana raja memukau seluruh rakyatnya
hanya dengan senyumanmu

Aku, seolah hamba sahaya kesana dan kemari
membawa teks-teks gelisah, kadang sewaktu-waktu
menjelma rupa yang hina oleh semesta.

Barusan aku terbangun dengan resah yang terasah
sebab di kelopak mataku tidak ketemui lagi
dirimu bersemayam menunggu tiap
tetes air mata yang tak di izinkan jatuh

Berita Lainnya

Aku siap menyediakan air mata
jika itu membuatmu tetap tinggal di sini,
namun dengan satu syarat, simpanlah
satu tetes air mataku agar menjadi saksi
kelak dihadapan tuhan bahwa aku pernah mencintaimu.

Cafee Basa-basi Februari, 2024

Ulul Azmi merupakan Mahasiswa Uin Jogja Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH). Bergiat menulis di Pendopo Sastra Ikatan Alumni Annuqayah Jogjakarta (IAA).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan