Budaya Menari: Puisi Uleceny

104

lekuk tubuhnya melengkung melentik pukau
kulihat mimiknya, gesturnya
sekali lembut tak bertulang
kadang garang perkasa
dan gemulai menganggun

senyum bertaut di bibirnya
mengunyah mantera segala gerakannya

perkasa langkahnya
kerling matanya getarkan sukma
mengolah rasa peradabanku

kunikmati semua sajian tarianmu
penuh suka cita aliri batinku
ini zamannya, kodrat alamnya

Berita Lainnya

Resensi Buku: Siti Zulbaidah

_ barangkali_

budaya menari dalam peradabannya
disulap segala sendi
ada geram tapi diam
terlumat tradisi palsu

wajah peradaban menari-nari
musik tradisi mengalun indah
rumput pun bergoyang- goyang
sekumpulan lelaki gemulai merobek etik

Sumbawa Besar Uma Koda, 230524

Sulastri, dengan nama pena Uleceny, dilahirkan di Sumbawa 5 juli 1976, Seorang guru Matematika dengan hobby menulis puisi, cerpen, sudah menerbitkan dua buku antologi puisi tunggal dengan judul ” Rindu Perempuan Rumah Panggung” dan ” Cinta Sebening Madu. ” dan beberapa antologi bersama baik puisi maupun cerpen.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan