Titanic: Puisi Yenni Reslaini

85

seperti hari yang akan terus digandoli ingatan
tidak sekedar romantisme gubahan lirik syahdu
bongkah batu es terbelah pada kapal yang ricuh
sengat napas menguap lepas di ujung beku
cinta terpatah di hamparan gembung mayat-mayat jegang
hati membatu gumpalan kedinginan bunuh urat nadi

Titanic, dihembus angin samudera berlayar kisah basah
Kering dan lapar pada cinta merah yang tak terbayar di bilik jendela

Rantauprapat, 30 Maret 2024

Yenni Reslaini. Lahir di Merbau, 14 Juni 1990. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris – UNIVA Labuhanbatu. Anggota FLP Cabang Labuhanbatu sejak 2015. Menulis 1 novel dan terbit di tahun 2020 TAKDIR ILALANG, oleh penerbit Ahsyara. Menulis 1 buku Kumpulan puisi MEMBATAS LUKA MENGIKAT LARA, terbit Desember 2023. Saat ini sedang ikut kelas puisi di Asqa Imagination School (AIS) angkatan 45.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan