Syair Tarian Pelepah Meria: Karya Muhammad Rizal Ical

106

Syair bermula terangkai salam
Junjung pencipta sekalian alam
Gema shalawat beriring kalam
Menusuk relung hati terdalam

Menderu rindu meliuk kabar
Sedalam hujam serabut akar
Kisah meria mendenyut debar
Pesona negeri rimbun terhampar

Jalan setapak menuju hutan
Merajut mimpi maksud tujuan
Puan Melayu langkah sepadan
Melerai susah mencari makan

Menyibak embun jejak kembara
Lincah langkah lapah belantara
Membawa sengkek sunyi bicara
Mengadu nasib merintang lara

Sambil gumam senandung matan
Tiada hirau sekujur badan
Peluh mengucur basah pakaian
Penat sebentar sekadar luahan

 

Setajam tebasan si parang panjang
Sekalian pelepah selesai direpang
Sama sejajar bertumpuk panjang
Jumlah bertambun banyak berbilang

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Meraut bintit anyaman daun
Berbentuk jarang cantik bertampun
Kerja dibuat sepanjang tahun
Penopang hidup zaman berkurun

Sekebat besar siap dijunjung
Sengat mentari tanpa pelindung
Perut lapar pekik meraung
Hendaklah cepat terisi lambung

Bekal dibawa sepinggan gobak
Makan setangkup teramat lemak
Gulai lomek membasah tekak
Ulam umbut bertambuh banyak

Berhenti suap sebelum sendawa
Kenyang perut tubuh bernyawa
Tenang pikiran menghibur jiwa
Terusir pergi segala kecewa

Sambil rehat melepas penat
Pelepah meria dikerat-kerat
Mainan jong ukir terpahat
Anak menunggu senyum memikat

Rengkuh waktu condong belakang
Seiring lambai tarian petang
Kerja selesai hati pun senang
Tiada teragak bergegas pulang

Bengkalis, 14 Safar 1446 H

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan