Artikel Nadia Muspita Sari, S.Pd

367

MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA EMPATI MELALUI RAMADAN BERBAGI

Manusia merupakan makhluk yang terhubung satu sama lain dalam seting kehidupan sosial. Manusia memiliki sikap yang mendalam berarti ia akan mengalami perkembangan dalam segala aspek sesuai dengan kemajuan peradaban sebuah zaman, sehingga ia akan menjadi manusia yang memiliki peran paling tinggi dalam kehidupan sosial (Prayitno, 2018). Manusia Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya namun dalam perjalananya didunia memiliki kisah yang berbeda-beda. Sebagian anak beruntung dilahirkan dari keluarga kaya namun Sebagian anak lagi harus berjuang bertahan hidup dengan mengandalkan tenaga. Tidak semua manusia dilahirkan dengan keadaan fisik sempurna ada diantara mereka yang memiliki kekurangan. Tapi satu hal yang perlu kita garis bawahi bahwasanya semua manusia dimata Allah SWT sama yang membedakannya hanya iman dan takwa.

Empati merupakan sebuah perasaan mendalam terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain sehingga muncul tindakan untuk membantu. Sikap ini tentunya akan menjadi sebuah gerbang dari aksi peduli kepada orang lain. Dasar pendidikan moral dengan berempati harus dimulai sejak dini karena tumbuh dan berkembangnya empati pada anak akan berpengaruh pada perkembangan kepribadian anak saat dewasa. Ketidakmampuan remaja dalam memfilter pengaruh negative internet berakibat pada terjadinya perilaku antisosial. Perilaku antisosial merupakan gangguan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial yang ditunjukan perilaku melanggar norma dalam masyarakat.  Fenomena kekerasan dan kenakalan yang dilakukan remaja semakin meninggkat. Komisi nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat pada tahun 2017 terdapat 147 kasus kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah, tahun 2018 angkanya meningkat yakni sebanyak 255 kasus (Okezone.com, 4 Oktober 2022). Data tersebut menunjukan bahwa remaja saat ini memiliki rasa kepudulian yang sangat rendah terhadap perasaan atau penderitaan yang dialami orang lain.

Melihat dan memperhatikan fenomena dan kondisi ideal remaja sebagai generasi penerus, maka pendidikan nilai moral perlu ditanamkan sejak dini dan harus dikelola secara serius. Salah satu Lembaga yang berperan penting dalam memupuk kepribadian empati para remaja Indonesia adalah sekolah. SMAIT AL-Ittihad Pekanbaru tanpa henti terus berupaya memupuk kepribadian empati kepada para peserta didik dengan program-program kegiatannya yang diselenggarakan pada bulan Ramadan. Program yang pertama yakni setiap kelas dijadwalkan untuk berbagi takjil didaerah Pekanbaru yang mereka sepakati bersama wali kelas. Kegiatan ini tentu memiliki makna yang mendalam bagi peserta didik. Mereka menyadari secara nyata bahwasanya diluar sana banyak sekali masyarakat yang kurang beruntung, terus bekerja ditengah teriknya panas, mengais rezeki mengenakan kostum badut, tukang parkir yang senantiasa berdiri, gojek yang menunggu orderan, dan para penjual yang berharap pembeli datang. Perasaan sedih, terharu ketika tatapan mereka penuh syukur ketika diberi. Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kepudulian peserta didik terhadap lingkungan sekitar sehingga menambah rasa syukur atas semua fasilitas yang saat ini mereka miliki.

Program kedua yang menurut saya memiliki makna yang sangat luar biasa setiap orang yang terlibat mendaptkan manfaatnya, yakni program bakti sosial. Program ini laksanakan oleh semua unit yang terdapat di YKPI Al-Ittihad Pekanbaru dimulai dari jenjang TK, SD, SMP, MTS, hingga jenjang SMA. Acara ini terdiri dari rentetan kegiatan, pertama yaitu “open donation for garage sale” kegiatan ini bekerjasama dengan seluruh pihak yakni siswa, orang tua siswa, guru dan pegawai YKPI Al-Ittihad. Barang-barang yang layak pakai namun tidak digunakan lagi dirumah seperti baju, rok, celana, jilbab, sepatu, tas, barang elektronik, dan lain-lain dibawa ke sekolah untuk didonasikan. Panita akan menyotir barang yang sudah ada sesuai dengan harga yang telah ditentukan dimulai dari Rp. 5.000 hingga harga Rp.40.000. Siswa bersama orang tua sangat mendukung program ini dibuktikan dengan banyak barang-barang layak pakai yang terkumpul bahkan ada barang yang masih baru yang didonasikan oleh orang tua siswa.   Kegiatan selanjutnya diadakan acara Bazar murah peminatnya sangat ramai sekali dimulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak muda bahkan kakek dan nenek sibuk mencarikan baju untuk pasangan. Masyallah pemandangan yang sangat luar biasa.

     Masyarakat Rumbai sekitar sangat menantikan kegiatan ini. Hal ini dapat kita lihat dari keantusiasan masyarakat dalam memilih dan membeli barang-barang yang dijualkan. Kegiatan Bazar melibatkan siswa dalam proses jual beli guru hanya membimbing siswa. Hal ini bertujuan agar siswa terlibat langsung berinteraksi dengan masyrakat. Siswa dapat melihat bagaimana masyarakat tersebut sangat merasa terbatu dengan program ini. Hari lebaran yang cenderung dengan “baju baru” alhamdulillah mereka memilikinya meskipun baju tersebut sudah dipakai orang lain namun bahannya dan kualitasnya masih bagus karena sudah melewati proses penyotiran terlebih dahulu serta dengan harga murah. Hasil dari bazar tersebut akan didonasikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang ada di Pekanbaru terutama dikecamatan rumbai dalam bentuk sembako dan uang.

    Untuk mengatasi masalah degredasi moral upaya yang harus kita lakukan dengan mengembangkan kecerdasan emosional yakni dengan menanamkan kepribadian empati kepada peserta didik. Jika gerasi muda negeri ini memiliki kepribadian empati yang tinggi maka tidak akan ada lagi kasus kenalakan remaja, kekerasan, bullying, kriminalitas, pencurian dan lain-lainnya. Ketika kamu merasa bahwa seseorang butuh bantuan, bantulah mereka tanpa mengharapkan imbalan apapun. Allah-lah yang membuatmu merasakan kebutuhan orang tersebut. Mari saling membantu satu sama lain untuk menggapai surga. Jangan menjatuhkan tangan orang lain saat kamu sedang berjaya. Jusru sebaliknya raihlah tangan mereka yang sedang jatuh disaat kamu berjaya. Bukan seberapa banyak harta yang kamu miliki tapi seberapa bermanfaat kehadiranmu ditengah masyarakat.

Pekanbaru 18 April 2023

Guru Sosiologi SMA IT Ittihad Pekanbaru

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan