kau adalah mesiu di dada musuh
meski desing peluru
jatuh satu-satu
di ujung kakimu
hati buncah oleh nyala
lihat tanah air mengalir darah
suluh jadi suar
bagi pekik merdeka
kau tak gentar
meski nyawa terpisah raga
bambu runcing tetap di tangan
jadi tombak bermata seribu
matamu bola api
dengan duka berkeping-keping
saat tangan kotor westerling
mamah habis saudara-saudaramu di bising peluru
kini, di jengkal tanah indonesia
jejakmu sang saka merah putih
meski waktu menggulung sejarah
namamu harum dikenang masa
Kodam 2, 29 November 2024
Syalmiah, guru di UPT SPF SMP Negeri 34 Makassar. Alumni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Makassar ini mempunyai hobi membaca dan menulis. Sejumlah buku antologi cerpen dan puisi (kolaborasi) sudah diterbitkan. Sejumlah puisinya pernah dimuat beberapa media; Tirastime, Ranah Riau, Timesline, dan Sanggam. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, maka lakukan yang terbaik selagi masih ada waktu. Penulis dapat ditemui di IG: Syalmiah74_