Sedikit Cerita: Puisi Amanda Amalia Putri

43

Kemanapun kau pergi, kamera dan kacamata selalu berada di dalam tas yang sama
Tak pernah sekalipun kau mengotak-atik kedua benda itu
Kau membujukku untuk mengambil momen bersejarah dalam satu kali klik
Bentuk klise terlihat menggelikan saat dipandang

Hanya berupa bayang-bayang hitam polos tanpa seorang perupa
Jalur duka mengadopsi berita serba salah
Bakti setia diujungkan di persimpangan dilematis
Kita adalah manusia yang serakah, angkuh, mengantongi ego tinggi

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Ketapang, 10 Juni 2025

Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, KBA NEWS, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu (2020), Senandung Bait Cinta Pertama (2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu (2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap (2023), Simpul Rasa (2023), dan Aku di Garis Penantian (2024), Jejak Masa lalu (2025), dan Luka yang tak Bersuara (2025).

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan