

kopi ini masih hitam
meski jingga di luar sana
telah tiga jam meninggalkan kita
kita masih bercerita tentang
hari guru
tentang baju PGRI lusuh
dan tentang sepatu mulai pirang
dan,
kopi di cangkir menjadi pelampiasan
teguk demi teguk hingga tandas
menyisakan ampas kelam
serupa gaji kita
tertawa dalam kesedihan
membayang di wajah suram
menanti riang tunjangan
lalu sedih terlepaskan
Duri, 23 November 2023
Heza Hara, lahir di Duri, Riau pada 31 Oktober 1986. Penulis yang juga seorang guru ini telah menerbitkan tiga buku solo, yaitu: Antologi Puisi “Karena Kucinta Kau” (2021), sebuah novel “Bulan di Hati Luna” (2021) dan kumpulan cerpen “Ombak Penyesalan di Lautan Hati” (2022). Mengajar di SMPS IT Darunnajah Duri. Aktif di komunitas WAG KMD Elipsis, Komunitas Riau Sastra, Kepul, HUMA, Ruang Kata dan Competer Indonesia. w