Membangun Pertemanan Sehat melalui Edukasi Pergaulan Sehat, Mahasiswa KKN Kelompok 6 UMRI Edukasi Siswa SMPN 001 Mempura

14

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Pergaulan Sehat” kepada siswa-siswi SMPN 001 Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada pelajar sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan pertemanan yang sehat, positif, dan saling mendukung.

Masa remaja merupakan salah satu tahap penting dalam perkembangan seseorang. Pada masa ini, siswa mulai memiliki lingkungan sosial yang lebih luas dan semakin banyak berinteraksi dengan teman sebaya. Lingkungan pertemanan tersebut dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap cara berpikir, bersikap, maupun mengambil keputusan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pergaulan sehat menjadi hal yang penting untuk diberikan sejak usia sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 6 mengajak para siswa untuk memahami bagaimana cara membangun hubungan pertemanan yang baik serta menciptakan interaksi yang positif dengan orang-orang di sekitarnya. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih lingkungan pertemanan, menjaga komunikasi, menghargai perbedaan, serta mampu membedakan perilaku yang memberikan dampak positif dan negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan juga membahas berbagai permasalahan yang dapat muncul dalam lingkungan pertemanan. Salah satunya adalah bullying, baik dalam bentuk verbal maupun tindakan lainnya yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau tertekan. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan istilah tekanan teman sebaya (peer pressure), yaitu kondisi ketika seseorang merasa terdorong untuk melakukan sesuatu karena pengaruh atau ajakan dari teman.

Mahasiswa KKN memberikan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan siswa agar materi lebih mudah dipahami. Siswa diajak untuk melihat bagaimana seharusnya bersikap ketika mendapatkan ajakan yang kurang baik, menghadapi perbedaan pendapat dengan teman, maupun ketika melihat teman mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui apa yang dimaksud dengan pergaulan sehat, tetapi juga diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian materi dilakukan dengan suasana yang santai dan interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta berdiskusi mengenai berbagai situasi yang berkaitan dengan pertemanan. Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi memberikan ruang bagi siswa untuk ikut terlibat selama proses edukasi.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah siswa aktif memberikan tanggapan dan mengikuti sesi diskusi dengan baik. Melalui suasana yang lebih terbuka, siswa juga didorong untuk memahami bahwa setiap orang memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda sehingga perbedaan tersebut perlu dihargai, bukan dijadikan alasan untuk saling menjauhkan atau merendahkan.

Tulisan Terkait

Mahasiswa KKN Kelompok 6 juga menekankan bahwa memiliki pertemanan yang sehat bukan berarti harus memiliki banyak teman. Pertemanan yang sehat lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang dapat memberikan pengaruh yang baik, saling menghargai, saling mendukung, serta mampu menjaga batasan dalam berinteraksi. Teman yang baik juga dapat menjadi seseorang yang mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan dan mendukung kita untuk melakukan hal-hal yang positif.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 6 menyampaikan bahwa edukasi pergaulan sehat penting diberikan kepada siswa SMP karena pada usia tersebut mereka mulai membangun hubungan sosial yang lebih luas dan menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar.

“Kami ingin adik-adik memahami bahwa pertemanan yang sehat adalah pertemanan yang saling menghargai dan mendukung. Kami berharap mereka bisa lebih bijak dalam memilih lingkungan pertemanan, berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang kurang baik, dan tidak takut untuk menyampaikan ketika melihat tindakan yang merugikan teman.”

Selain memberikan pemahaman mengenai cara membangun pertemanan yang positif, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi secara langsung dengan para siswa. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga berusaha menciptakan suasana edukasi yang nyaman sehingga siswa dapat menyampaikan pertanyaan dan pendapat tanpa merasa takut atau malu.

Kegiatan edukasi ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para siswa. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan, terutama ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Hal tersebut menunjukkan bahwa topik mengenai pergaulan sehat cukup dekat dengan kehidupan siswa dan penting untuk terus dibahas dalam lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 6 UMRI berharap siswa SMPN 001 Mempura dapat semakin memahami pentingnya menjaga diri dalam pergaulan dan mampu membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya. Pemahaman tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UMRI kepada masyarakat melalui edukasi yang sesuai dengan kebutuhan pelajar. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa berharap dapat turut berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang lebih percaya diri, mampu menghargai orang lain, bijak dalam mengambil keputusan, serta memiliki lingkungan pertemanan yang sehat dan positif.

Pada akhirnya, pergaulan sehat bukan hanya tentang menghindari hal-hal negatif, tetapi juga tentang membangun hubungan yang dapat memberikan dukungan, rasa aman, dan motivasi untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 6 UMRI berharap pesan tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menjalani masa remaja dan membangun hubungan sosial yang positif di masa mendatang.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan