Kategori Pencarian
Budaya
Si Kancil Merayu: Puisi Kang Thohir
Tawuran sepi
Dari jarak angan yang berapi-api
Tanah tandus menjadi
Berdasarkan hasil…
Mimpi Genosida di Atas Bantal: Catatan Cak AT
Di tengah desingan peluru, ledakan bom, dan derita yang tak kunjung usai, siapa sangka…
Kenapa Kita Kurang Peduli Pada Palestina?: Catatan Rafif Amir
Ada pertanyaan yang cukup mengusik. Diajukan seseorang pada saya.
"Kenapa di luar negeri…
Gencatan Senjata Bukan Merdeka: Catatan Rafif Amir
Gencata senjata telah diumumkan. Berlaku mulai 19 Januari. Para pejuang merayakan…
Umak: Puisi Niki Malay
Umak, karma perantaramulah aku terlahir ke dunia ini
Umaklah perempuan yang pertama kali…
Rabun Busuk: Puisi Wahyu Mualli Bone
Jalan di sudut
Tepi tepi
Ikut lekuk
Ragam bentuk
Lari lari kecil
Kaki mungil
Bukan…
Kaleidoskop Waktu: Puisi Vidia_iya
Januari, aku menangis tergugu
jibaku terjang waktu
realita tak seindah impian
dihempas…
Seniman Telupokan: Puisi Poetra Wibawa
Di tompek dilahekan, inyo tak diogoi
Karya-karyanyo indah, namun tak ditengok…
Karmina: karya Mohd. Nasir
Parang berkarat atas panci
Orang jahat pantas dibenci
Batang talas dimakan kera
Orang…
Kamboja Merah Putih: Puisi Dienullah Rayes
pohon kemboja tak selalu tumbuh
di kebun pusara
yang letaknya di tepi sepi.
batang…
Intik intik (Rintik rintik): Puisi Poetra Wibawa
Hujan tongah malam, sunyi dan sondu
Bintang-bintang tersembunyi, cahayo odup
Tetesan ae…
Pantun Harapan untuk Budaya Melayu: karya Mohd. Nasir
Bujang Melayu berbaju kurung
Berdiri gagah penuh wibawa
Julang adat budaya dijunjung…
Antara Tangis dan Doa: Puisi Hj. Siti Samiati
Aku ...
Aku yang kini terbaring antara tangis dan do'a
Tiada lagi mampu menyapa dengan…
Nasi Goreng di Meja Politik: Catatan Cak AT
Di panggung HUT PDIP ke-52, Megawati Soekarnoputri berbicara tentang nasi goreng —sebuah…