Kategori Pencarian
Perahu Kata
Genangan Pulang: Puisi Wahyu Mualli Bone
Rumah kecil
Memanggil manggil
Rata gigil kerikil
Waktu kecil
Tubuh mungil
Masih…
Empat Puluh Tahun Lalu: Puisi Ibune Daniel
40 tahun yang lalu ayunan langkahku sigap
Teringat diri masih muda lemah gemulai…
Tak Terumpamakan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Lihat
Lihat
Lihat
Titik titik itu
Sayup
Pandang
Amati
Saksikan
Batas pandang…
Damai: Puisi Rosemawardah
Jangkau mata terpampang hijau manja
Goyang gemulai padi seirama hembusan lembut sang bayu…
Rindu: Puisi Sudiarti Arti
Saat rindu menyapa
Ada sesak menyeruak
Goresan pena menyusun aksara
Dalam temaram malam…
Lubuk Jambi Imajinasiku: Puisi Isnadi
Memantik gadis kuantan
Kupatut ia sekupu
Kulihat ia senada
Kukayatkan ia seirima…
Cemilan Cepuluh Cebelas: Puisi Wahyu Mualli Bone
Tidak apa-apa lah
Bunyinya begitu
Kalau diubah kehilangan sesuatu
Sambil duduk ditemani…
Selebrasi Aksara: Puisi Kia Roe
Melewati bayang sepi
Terciptalah sebuah puisi
Menjumpai banyak rasa dan warna-warni…
Adam Selanjutnya: Puisi Wahyu Mualli Bone
Jika yakin bahwa Adam pernah ada
Dalam kisah manusia pertama
Belum ada kawan sejenisnya,…
Menjadi Seperti: Puisi Wahyu Mualli Bone
Tak sampai pikir menjadi seperti
Tak sempat parkir menjadi seperti
Seperti itu…
Cak Koci: Puisi Wahyu Mualli Bone
Cak Koci cina gundul
Kalimat selanjutnya tak perlu disambung
Karena takut mengandung…
Terjemah Waktu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Dari sudut pandang
Mula perkara
Terhitung berwaktu-waktu
Depan dan lalu
Terbuka…
Kaki Jakarta: Puisi Wahyu Mualli Bone
Tungkai kakiku kupakai
Inspirasi kaki tupai
Jalan sana jalan sini santai
Lompat sana…
Bangkit Meningkat: Puisi Dienullah Rayes
Dia maha pesona kuasa
ciptakan langit dan bumi
siang hari tampak awan dan matahari
alam…
Dua Puluh Muka: Puisi Wahyu Mualli Bone
Begitu
Dua puluh muka
Bagaimana terbentuk sudah suratan bahas kurang lebihnya
Juga…