Kategori Pencarian
Perahu Kata
Kayuh Tuan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kayuh Tuan, hakim mimpi-mimpi yang mengenang genangKayuh Tuan, teratak retak, kisah kasih!-->…
Pohon Tua: Puisi Abu Humaira
Akarnya mulai membusukBatangnya mulai rapuhDahannya sudah tak kuat lagi menopang daun dan!-->…
Ironi Hati | Puisi : Dian Riasari
IRONI HATI
Seonggok rindu nyalakan lengang di keramaian
Sepanjang jalan berpayung!-->!-->!-->!-->!-->…
Suara Dari Lubang Hati | Puisi: Muhammad Sholeh
SUARA DARI LUBANG HATI
Sebenarnya dari mana aku?
Terlahir di Indragiri Hilir!-->!-->!-->!-->!-->…
Bahasa Melayu Jati Diri Bangsa | Puisi : Aisyah Shofwah Hamidah
BAHASA MELAYU JATI DIRI BANGSA
Siapa yang tak lagi mengenalmu
sang pujangga!-->!-->!-->!-->!-->…
Seumpama Laut | Puisi Aksara Taguan
SEUMPAMA LAUT
Seumpama laut—yang tak pernah usai menyatakan tulusnya kepada pantai,
!-->!-->!-->!-->!-->…
Kita Yang Pernah Ada | Puisi : Firman Wally
KITA YANG PERNAH ADA
Kita pernah ada di antara senja baru saja menyentuh semesta!-->!-->!-->…
Rindu Dan Waktu | Puisi : Firman Wally
RINDU DAN WAKTU
Kekasihku sang pemilik rindu
suatu kelak nanti
kita akan!-->!-->!-->!-->!-->!-->!-->…
Taman Kota Dan Kursi Di Seberang Jalan | Puisi : Ilham Wiji Pradana
TAMAN KOTA DAN KURSI DI SEBERANG JALAN
Daun kamboja tiga helai
jatuh di tanah basah!-->!-->!-->!-->!-->…
Semerbak Kehidupan Dunia | Puisi : Yanuar Abdillah Setiadi
Semerbak Kehidupan Dunia
Semerbak kehidupan dunia menyemprot cairannya
pada pakaian!-->!-->!-->!-->!-->…
Salhiye, Rumahmu Bertapak Surga | Puisi : Muhammad Sapikri
SALHIYE, RUMAHMU BERTAPAK SURGA
kini keluarga itu telah tergusur
dari rumahnya
!-->!-->!-->!-->!-->!-->!-->…
Gravitasi | Puisi : Novan Rizki Arfendi
GRAVITASI
Aku tak ingin menjadi seperti halnya gravitasi
menjadi penarik tak!-->!-->!-->!-->!-->…
Candi Itu | Puisi : Tsuraya
CANDI ITU
Cahaya sang ghandy pada tengah hari itu sangat cerah
Seolah menyambut!-->!-->!-->!-->!-->…
Prasasti | Puisi : Samuel Robertson
PRASASTI
Bangunanmu menjulang tinggi
Dengan sejarah yang penuh kesan
Setiap sisi!-->!-->!-->!-->!-->!-->!-->…
Terkutuk | Puisi : Anshelma Tessalonic
TERKUTUK
Sinar bulan menerobos dari celah awan yang berarak
Menerangi prasasti yang!-->!-->!-->!-->!-->…