Damai: Puisi Rosemawardah

42

Jangkau mata terpampang hijau manja
Goyang gemulai padi seirama hembusan lembut sang bayu
Bangau menari lincah pamer cantik
Gubug pun candu tunggu senyum petani bertumpu
Hawa tanpa karbon buai sejuk bola-bola alveolus
Tanpa raung mesin pemampat membran timpani
Gemericik air barlomba basuh jiwa
Bening tirta pamerkan dasar tanpa busa
Celoteh pipit sambut mentari
Ke sana ke mari pasukan riang hinggap mulus di rumpun bambu
Pancaran surya sibak semesta panuhi janji
Ekosistem seimbang ijin Ilahi
Jangan dustai

Tulisan Terkait

Merenda Malam: Puisi Irohima

Berita Lainnya

Sragen, 27 Februari 2025

Wardah Umi Barokah. Kelahiran Sragen, 18 Mei 1971. Adalah guru Biologi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Sragen. Alumnus Fakultas MIPA Jurusan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seorang pembelajar, termasuk puisi. Karya puisi dalam Antologi “Habis Gelap Terbitlah Sajak” dan “Nyanyian Rempah di Geladak Kapal Asing”. Aktif di kelas Asqa Imagination School (AIS). FB: Wardah Umibarokah. IG: @wardahumi00

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan