Empat Helai Daun Waru: Puisi Daris Kandestra

104

Tiga helai daun waru
Aku si waru putih
Kau si waru marun dan dia si waru hijau.
Asyik bercengkrama bahagia penuh tawa di atas sana.

Tumbuh pada batang yang sama
Makan dari akar yang sama
Disinari matahari yang sama
Tapi mengapa kita berbeda?

Berita Lainnya

Mozaik : Boro Bodo

Sementara satu helai waru coklat lusuh terbaring di atas tanah
Pakaiannya compang-camping terkoyak zaman.
Hei anak muda, serunya lirih
Aku dulu cantik putih
Indah marun memesonanya
Hijau bersinar penuh gelora

Ini hanya tentang waktu, Nak.
Dalam sekejap terbawa angin
Genggampun lepas
Terjerembab dalam kepiluan sendiri menunggu mati!

Tuah Madan, Sabtu, akhir tahun lalu.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan