Gajah Yang Ditemukan Mati di Bengklais Mei Lalu, Ternyata di Racun

90
Foto Gajah Mati di racun. Foto Humas BBKSDA Riau

Pekanbaru-Tirastimes: Masih ingat kejadian memilukan matinya satwa gajah (Elephas maximus sumatranus) betina pada 25 Mei 2022 di Desa Koto Pait Beringin, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis kan?Kabar terbaru penyebab matinya gajah tersebut akibat di racun, setelah hasil sample laboratirum keluar.

Hal ini disampaikanb oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau,Genman S Hasibuan dalam keterangan rilis yang dikirim humas BBKSDA. Sebelumnya, Tim medis Balai Besar KSDA Riau telah melakuķan Nekropsi dan diketahui bahwa gajah dalam kondisi mengandung. Hasil sample dikirim ke Balai Verteriner, Bukit Tinggi, Sumatera Barat dengan hasil laboratorium gajah mati karena racun.

Berdasarkan hasil neukropsi yang dilakukan oleh tim medis BBKSDA Riau, bahwa ditemukan media yang diduga sebagai media racun yaitu buah nanas, kemudian terhadap bagian tubuh tersevut dikirim ke Balai Vertiliner Bukit Tinggi, dan berdasarkan hasil uji lab ditemukan ada kandungan racun pada tubuh Gajah.

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Hal ini telah menjadi perhatian khusus Kementerian LHK sehingga perlu untuk menurunkan Tim yang dipimpin langsung oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik (KKHSDG) KemenLHK, ibu Indra Exploitasia pada Sabtu, 23 Juli 2022 ke lokasi untuk mengawal kasus tersebut.

Direktur KKHSDG didampingi Tim Balai Besar KSDA Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah III Pekanbaru, Polsek Pinggir dan jajaran PT Arara Abadi meninjau lokasi kematian gajah tersebut.

Dari lokasi seluruh Tim melakukan diskusi di distrik Duri II PT Arara Abadi. Dan saat itu disepakati bahwa satwa gajah adalah merupakan asset negara yang menjadi kewajiban semua warga negara dan semua pihak untuk bersama melindunginya, perlunya membangun pola komunikasi yang terintegrasi antara stakeholder, perlunya pendataan kondisi pada areal ruang gerak gajah atau kantong sehingga bisa dipetakan semua permasalahan yang ada dj dalamnya, dan perlu internalisasi terhadap langkah langkah yang akan dilakukan terutama dalam hal mitigasi konflik.

Saat ini kasus sedang dalam penanganan penegak hukum yaitu pihak Kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan