Jalanan setapak tak rupa jalan,
Bangkitkan rasa penasaran.
Tertatih-tatih, kulewati kerikil bermata dua
dengan jiwa tergulung roda delman
Semua hanya dalam benak, itu dulu
Tapi, saat sebait kata mesra terkait
Aku terhuyung dengan keyakinan,
Bersandar pada tongkat permata
Pendar kehidupan yang mulai padam,
Temui perempatan terang demi keinginan,
Bersama para budak merdeka
coba hancurkan singgasana penuh lumpur,
melalui bait-bait penuh makna
Apa aku bisa?
Seperti jalanan bawah laut itu,
Tak terlihat tapi penuh sanjungan.
Apa aku dapat sentuh kemilau itu?
Mungkin saja, dengan sedikit harap
Hongkong, 2 Agustus 2023
Anjar Vi. Ia mulai menulis aktif sejak 2022. Ia seorang BMI di Taiwan dari tahun 2012-2018 dan di Hongkong dari tahun 2019-sekarang. Ia sudah mempunyai 4 novel solo, yang salah satunya terpilih sebagai juara 1, dua buku untuk juara 2, dan satunya lagi juara favorit, serta puluhan antologi cerpen. Baginya, ilmu tidak sebatas di sekolah, meskipun sering muncul rasa insecure dengan status pekerjaan dan tingkat pendidikannya. Belajar puisi di Asqa Imagination School (AIS). FB: Anjar Vi. IG: @aanjar_vi