Bunda Swanti
Kemarin kuketuk pintu rumahmu
Berkali-kali namun
tiada jawaban
Sedang aku membawa setangkai rindu
Meranum wangi puspa warna
Masygul gundah gulana
Mendapati rumah tiada bertuan
Ingin mengadu sejuta lara
Pada siapa?
Rasa terlalu ganjil
Merajam jiwa meremuk sukma
Pedih tiada kepalang
Berharap sua terputus harap
Berpamit pulang pada pintu
Selarik pesan aku titipkan
“Mataku basah ”
Saat rindu meraung di kalbu
Rokan Hilir, 21 Januari 2026