

Aku hanya ingin berdua saja dengan malam,
Menghabiskan sisa penat seharian,
Meluruhkan remah kekalutan disepanjang perjalanan.
Hari-hari berlalu,
Harapan yang musnah bergiat kembali tuk merekah,
meski kadang terasa jengah dan lelah.
Waktu-waktu berganti,
Meski tak semua impian menjadi pasti,
Walau tak seluruh angan kan menjadi harapan..
Namun perjalanan ini telah memberi banyak pelajaran..
Aku hanya ingin berdua saja dengan malam,
Menatap nanar wajah pasi sang rembulan,
Menyesap desau angin yang berhembusan.
Meski langkah kadang tak semudah yang dibayangkan,
Penuh dera, penuh luka, penuh kecewa yang menjadikannya patah.
Namun kisah ini menjadi berarti bagi diri.
Aku hanya ingin berdua saja dengan malam,
Mengibaskan renjana yang terasa mulai mencekam,
Membisikan intuisi pada raga yang mulai lebam, pada ingatan yang mulai buram, pada suasana yang mengelam.
Aku hanya ingin…
Bercengkrama bersama malam, dalam pelukan dan kehangatan semesta alam.
Depok, 26 Oktober 2021
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com