I
HAI yang tidak terlihat olehku,
aku merasakan hangat pelukanMU,
pelukanMU menggetarkan nadi-nadi dan aliran darahku,
dan aku bernafas di antara keduanya,
dan aku berlari dengan kelumpuhanku,
dan aku tersungkur bersimpuh dalam kewangiannya,
kali ini, kakiku bergetar
tidak sanggup berdiri menopang begitu berat wanginya,
aku takut yang begitu dalam,
ampunilah aku dengan cintaMU,
II
hai diri yg tiada berdaya,
tahukah engkau ketika ia datang dengan terburu-buru lalu menjemputmu?,
engkau lepas dan sakitnya bagaikan serigala dengan mangsanya?
dingin, kaku dan mendebu..
dan engkau senyap dari pandangan,
dan tiada ada upaya selain kebaikanmu,
dan tiada penolong selain cintaNYA padamu,
III.
ia menyala dan tiada henti membara,
gejolak amarahnya mendidih,
karna engkau berpaling pada Tuhannya,
ia saja tiada rela ketika Tuhannya tiada di hatimu,
marah dan tiada henti sampai Tuhannya rela padamu..
IV.
Tafakurlah..
renunglah..
sesungguhnya keabadian itu di balik bantal kenikmatan duniamu,
dan tersenyumlah menyambutNYA,
agar ketakutan demi ketakutan berganti keindahan pada keabadianmu..
Pekanbaru, 25 April 2023
Noraiz Z. Bakri, pada tahun 1993 telah memenangi penulisan Puisi Tingkat Propinsi Riau yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Riau (DKR) sebagai Juara II dengan judul “Bayang-Bayang di Langit”. Telah memiliki manuskrip Kumpulan Puisi “Angin Yang Menerbangkan” (1991) dan “Manusia” (1991).