Roda | Puisi : Wina Armada Sukardi

223

RODA

Mari jalankan kendaraan kita.

Grreeeng, grreeeng, grreeeng….

Hanya jika mengemudi dengan penuh kepedulian

kita dapat mengendalikan roda kendaraan

berbegar  ke arah mana

Itu pun perlu waskita  terhadap kendaraan lain

agar selamat pada tujuan.

Grreeeng, grreeeng, grreeeng….

Mengendalikan roda kehidupan pribadi selit belit

Roda diri terletak antara hati dan otak.

Terlampau

murad mengapai tahta dan harta

bakal melucur tanpa 

haluan

bersilang sengketa

menerjang dan menggilas yang tak bersalah

Perilaku jumud

menahan roda mandeg  

Berita Lainnya

cuma tersekap menatap kemajuan zaman.

Grreeeng, grreeeng, grreeng….

Kesepadanan selang seling  menginjak gas cita-cita  dan rem hawa nafsu

membentuk jiwa kuat percaya diri dan aman.

Roda yang terkendali

membawa selamat

Roda yang dikuasai loba

malah menggilas diri sendiri.

Grreeeng, grreeeng, grreeeng….

Roda apapun pastilah bulat

dan letaknya selalu di bagian bawah

Betapapun tinggi keinginan

jika roda pribadi ditempatkan di atas

 kehilangan darma

hanya  jadi pajangan belaka

Posisi di atas belum tentu berkah dan berkemasalatan

Berada  di bawah tetap dapat  meluncur meraih berkah dan mujur.

Grreeeng, grreeeng, grreeeng…..

Jakarta, 1/5/2023

Wina Armada Sukardi, lahir di Jakarta 17 Oktober 1959. Profesi utamanya sebagai  wartawan, penulis dan advokat. Telah menghasilkan beberapa buku puisi tunggal, antara lain, Nyanyian Sukma Manusia Teknologi, Mata Burung Gagak Gitaris, dan buku kumpulan cerita pendek tunggal seperti Tak Selamanya Bola Bulat, Sogok! Buku “Memetik Bulan” merupakan kumpulan puisi khusus untuk anak-anak.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan