Buang Waktu | Puisi : Yurattia Yudian

112

BUANG WAKTU

sudah berapa lama kau menatap waktu di ufuk

sekian masa kau biar berlalu dimakan terik

kau tunggu derap menderu di balik bisik

entahlah…

entah sampai kapan

aku sudah sampaikan pesanmu pada rembulan

namun surya menahannya di penghujung malam

jangan kau kira aku tak hirau 

akankah kau biar semua sirna bagai tertepis

lihatlah..

bukankah waktu senantiasa berputar

bukankah hari selalu berganti

bukankah jarum itu tidak pernah mundur

lalu mengapa kau menghentikannya

dengan cara diam dan bertekuk muka

angkat wajahmu

tataplah mentari

lihatlah rembulan

hiruplah udara yang tuhan berikan

jangan lagi kau mendendangkan lagu kesunyian 

dengan bersemedi menatap pada waktu yang terus berjalan


Pekanbaru, Ruang sunyi 30 November 2021

  • Yurattia Yudian, seorang guru yang ingin melepaskan diri dari dunia persilatan kata-kata. Semakin menjauh semakin hati tersentuh. Tak bisa lagi berdiam. Akhirnya sumbatan itu lepas malam ini. Semoga ini menjadi sebuah awal yang baik.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

2 Komentar
  1. YY mengatakan

    Alhamdulillah…barakallah..

  2. Miyako mengatakan

    MasyaAllah, Ma’am Kerennn 🤩🤩🤩