

sudah berapa lama kau menatap waktu di ufuk
sekian masa kau biar berlalu dimakan terik
kau tunggu derap menderu di balik bisik
entahlah…
entah sampai kapan
aku sudah sampaikan pesanmu pada rembulan
namun surya menahannya di penghujung malam
jangan kau kira aku tak hirau
akankah kau biar semua sirna bagai tertepis
lihatlah..
bukankah waktu senantiasa berputar
bukankah hari selalu berganti
bukankah jarum itu tidak pernah mundur
lalu mengapa kau menghentikannya
dengan cara diam dan bertekuk muka
angkat wajahmu
tataplah mentari
lihatlah rembulan
hiruplah udara yang tuhan berikan
jangan lagi kau mendendangkan lagu kesunyian
dengan bersemedi menatap pada waktu yang terus berjalan
Pekanbaru, Ruang sunyi 30 November 2021
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com
Alhamdulillah…barakallah..
MasyaAllah, Ma’am Kerennn 🤩🤩🤩