Ada setumpuk rindu
yang membuatmu enggan kembali ke tanah jejak kelahiran
sebab terasa
setiap derik daun pintu di rumah itu
dan kemasau angin yang menghilirinya
adalah kenangan hadir tak tergantikan
Ada sedahan rindu
yang membuat kakimu kehilangan daya untuk melangkah
agar mendekat lagi pada masa-masa indah
sehingga membuatmu memilih alah
berusaha meruapkannya menjadi semata-mata kenangan.
Ada selaksa rindu
yang membuatmu memilih untuk melupakan
sembari menyulam air mata pada bait-bait kalam
aku masih belum berani pulang.
katamu pada sepi.
Zulfadhli, seorang wartawan, tinggal di Kabupaten Rohil.