Syair Musim Kemarau: oleh Mohd. Nasir

8

Assalamualaikum ucapan salam
Selawat kepada junjungan alam
Berucap zikir siang dan malam
Semoga hidup damai dan tentram

Inilah syair Musim kemarau
Musim hati menjadi risau
Udara gelap suara parau
Akibat asap merayau-rayau

Musim kemarau hutan terbakar
Api berkobar sangatlah gusar
Hangus semua hutan belukar
Asap dan debu terbang menyasar

Marilah kita menjaga hutan
Bagai menjaga anak kemenakan
Kasih sayang kita tumbuhkan
Rasa berkaum kita jadikan

Bila hutan kita dibakar
Fauna dah satwa jadi terkapar
Penyakit akan mudah tertular
Kehidupan akan semakin pudar

Tulisan Terkait

Hutan itu ciptaan Tuhan
Manfaatnya banyak bagi kehidupan
Menjaga musim jadi beraturan
Terhindar dari rasa kepanasan

Marilah kita sama menjaga
Setiap waktu siap siaga
Menjaga hutan bersama keluarga
Jadikan ibadah bekal ke sorga

Syair ini saya cukupkan
Silap dan salah mohon maafkan
Walaikum salam saya sampaikan
Terima kasih atas perhatian

Bengkalis, 23 September 2026

 

Mohd. Nasir lahir tahun 1960. Mulai menulis di beberapa media masa sejak tahun 1986 dengan berbagai bentuk tulisan; puisi, cerpen, dan artikel sastra. Dari tahun 1991 hingga 2007 banyak mengikuti lomba dan sayembara menulis dari tingkat kabupaten hingga tingkat pusat. Pernah terpilih dan diundang ke Jakarta sebanyak 7 kali sebagai pemenang tingkat nasional dalam Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan dan Lomba Menulis Cerita Pendek. Hingga kini sudah menerbitkan 15 buku dan lebih 20 antologi. Tahun 2026 terpilih sebagai penerima penghargaan pelaku/pegiat sastrawan kategori kiprah 40 tahun dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kini dipercaya sebagai Korwil Sumatera Perruas.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan