Syair Qurban: Animal Symbolicum (Membaca Prof Yusmar Yusuf)

Syair Qurban: Animal Symbolicum
(Membaca Prof Yusmar Yusuf)

Dengan bismillah memilih tajuk
Kepada Allah memohon petunjuk
Teroka ilham jemari meliuk
Seiring derap menghalau rajuk

Sulit mencari setitik nila
Sebab susu semanis gula
Uraian kata membuka jendela
Lapang pikir semangat menyala

Tuan mengaduk jamuan khayal
Untuk kembara meramu bekal
Serasa lelap disorong bantal
Malam indah dahsyat bergumal

Hari Raya tarikh penanggalan
Sepuluh Zulhijjah tertulis hitungan
Kisah teladan dalam al-Qur’an
Berkisah tentang penyembelihan hewan

Setiap peristiwa membekas penanda
Sedan tangis gelak bercanda
Cepat berulang lambat terunda
Adalah bingkai jalinan merenda

Kurban penanda memberi cinta
Berbagi rasa tanpa dipinta
Selaras gerak alur cerita
Kehidupan insan merandah semesta

Rela berkorban untuk sesama
Di situlah kasih datang menjelma
Seberapa hebat diri umpama
Hidup bersama lebih utama

Belajar menahan sikap kehendak
Menepis nafsu redam gejolak
Menjauh fitnah kerap bergolak
Nganga luka darah berserak

Tuan mengupas bahasan sampul
Terpana pesona senyum merangkul
Terkadang sombong diri terkumpul
Rasa tertampar sakit memukul

Berbagai tamsil selami hakikat
Tuan rangkai teramat memikat
Persoalan jalan panduan cermat
Suguhan benar pandang hakikat

Pengguna jalan sindiran tertegun
Bersalin tempat sarang penyamun
Sumpah serapah melanggar santun
Sosok beringas memaki hamun

Tuan memberi petuah menawan
‘Sekolah berqurban’ cantik pelajaran
Penanda hidup memberi teladan
Bukan berperangai seperti setan

Berkurban mendidik sifat binatang
Terkadang liar cenderung jalang
Berpacu melecut berlagak menang
Padahal petaka menunggu di simpang

Sindiran mengena sedikit pedas
Tentang nada berbunyi rimas
Pengeras suara meraung keras
Segala agama gaung merentas

Padahal ibadah menolak riya
Senyap elok rintihan maya
Sang penghayat seri cahaya
Bukan berlagak menunjuk gaya
Terhadap wabah tuan memandang
Supaya bumi berehat panjang
Ribuan tahun penat menatang
Manusia bertenggek dosa berkubang

Tuhan mendidik setian insan
Bagaimana sejati harus berkorban
Bersatu padu memberi bantuan
Dalam cakrawala hadapi kesulitan

“Medan kurban’ cerminan bijak
Akal manusia landas berpijak
Sejauh mana langkah bergerak
Kemudian akibat membawa dampak

Qurban mencoba memberi ruang
Mengungkai jelmaan meraung garang
Sembunyi tersimpan mata terhalang
Tetapi jelas mengambil ancang

Terima kasih kepada tuan
Bernas pikir terjemah keadaan
Alhamdulillah dapat membaca sajian
Paham maksud simpul uraian

Kelapapati, 13 Zulhijjah 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan