


TIRASTIMES – PEKANBARU – Universitas Islam Riau (UIR) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Seminar Lingkungan Hidup dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Riau pada 4-6 November 2026. Dukungan tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas antara perguruan tinggi dan organisasi perusahaan media siber.
Komitmen itu disampaikan Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., ketika menerima kunjungan Ketua JMSI Riau H. Dheni Kurnia bersama rombongan di kampus UIR, Jumat (16/10/2026). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Penasihat JMSI Riau Fakhrunnas MA Jabbar, anggota JMSI Riau, Ian Machyar yang baru terpilih sebagai BPC Perhumas Pekanbaru (setara Provinsi Riau), Sekretaris JMSI Riau Alzam Deri, Ketua Panitia UKW, Tun Akhyar, Ketua Panitia Seminar LH, Satria Utama Batubara, Wakil Sekretaris JMSI Riau Harismanto Jambak, serta Ahmad Suryawan dari JMSI Kota Pekanbaru.
Dalam pertemuan yang dibuka oleh Ketua Dewan Kehornatan JMSI Riau yang juga Pemred Tirastimes, Dr. (Can) Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom turut dihadiri Kepala Biro Humas dan Promosi UIR, Assoc. Prof. Dr. Harry Setiawan, S.I.Kom., M.I.Kom, Admiral menegaskan kesiapan universitas untuk memfasilitasi kedua kegiatan tersebut.
“Kami siap memfasilitasi kegiatan seminar lingkungan hidup dan UKW di kampus UIR,” ujar Admiral.
Seminar Lingkungan Hidup bertajuk Adaptasi dan Mitigasi Karhutla di Era Perubahan Iklim Ekstrem dijadwalkan berlangsung pada 5 November 2026 di Aula Rektorat UIR. Sehari setelahnya, pada 6–7 November 2026, kampus tersebut akan menjadi tempat penyelenggaraan UKW bagi para wartawan.
Bahas Ancaman Karhutla dan Perubahan Iklim
Seminar lingkungan hidup yang digagas JMSI Riau diharapkan menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah perubahan iklim ekstrem yang semakin menantang.
Ketua JMSI Riau, H. Dheni Kurnia, menyampaikan bahwa seminar tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan organisasi media, pemerintah, dan akademisi.
Mereka yang direncanakan menjadi narasumber antara lain Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa, Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Riau SF Hariyanto, serta pakar hukum lingkungan dari UIR.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai strategi pencegahan dan penanganan karhutla, kebijakan lingkungan, serta peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Kami berharap Pak Rektor bersedia memberikan sambutan nanti saat acara seminar,” kata Dheni.
Dalam pertemuan itu, Dheni didampingi Satria Utama Batubara dari JMSI Pusat yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Seminar Lingkungan Hidup menjelaskan,
seminar selain mengangkat isu lingkungan, JMSI Riau juga memberikan perhatian terhadap peningkatan profesionalisme wartawan melalui penyelenggaraan UKW.
Ketua Panitia Pelaksana UKW, Tun Akhyar, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 6–7 November 2026 itu diperkirakan diikuti sekitar 40 peserta.
Peserta akan mengikuti uji kompetensi pada tiga jenjang, yakni Wartawan Muda, Wartawan Madya, dan Wartawan Utama.
Pelaksanaan UKW direncanakan digekar di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UIR diharapkan memberikan kesempatan kepada para wartawan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi jurnalistik sesuai jenjang masing-masing.
Melalui kegiatan ini, JMSI Riau ingin mendorong lahirnya wartawan yang tidak hanya memahami kaidah jurnalistik, tetapi juga mampu menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan berpegang pada etika pers.
UIR dan JMSI Siapkan MoU
Pertemuan antara UIR dan JMSI Riau juga membahas peluang kerja sama yang lebih luas di luar penyelenggaraan seminar dan UKW.
Admiral menyambut baik rencana kolaborasi kedua pihak, terutama dalam bidang pelatihan dan peliputan kegiatan. Kerja sama tersebut nantinya akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
“Nanti akan kita siapkan MoU-nya untuk kerja sama lebih lanjut,” ungkap Admiral.
Rencana tersebut membuka peluang sinergi antara dunia akademik dan industri media, termasuk dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan keterampilan komunikasi, serta penyebarluasan informasi mengenai berbagai kegiatan pendidikan dan kemasyarakatan.
Dengan dukungan fasilitas kampus UIR, penyelenggaraan seminar lingkungan hidup dan UKW JMSI Riau diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesadaran lingkungan dan kualitas jurnalistik di Provinsi Riau.
Sementara Ketua Dewan Kehornatan JMSI Riau , Dr. (Can) Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom menyampaikan peluang kerjasama terkait Praktisi Mengajar di bidang Jurnalistik dan Kehumasan yang dimiliki oleh JMSI Riau berpartisipasi mengajar di Fikom UIR. Dalam hal ini, Asoc. Prof. Dr. Harry Setiawan akan mempelajari masalah tersebut.
Acara yang berlangsung penuh canda dan tawa berakhir penuh keakraban. Rektor UIR menyambut baik berbagai gagasan yang muncul dalam pertemuan selama lebih kurang satu jam di petang hari tersebut. (NS/Wid