Rindu Emak: Syair Sariana

112

Assalamualaikum wahai kerabat sejati
Jawablah salamku denganlah hati
Agar kekeluargaan terjalin sejati
Hubungan kitapun tetap sehati

Hamba disini inginlah memberi
Tentu lewat syairlah Baiduri
Syairnya Rindu Emak Saudari
Rindu Emak taklah dipungkiri

Lewat emaklah kita hadir
Banyak tenaga emak tersortir
Barulah engkau bisa lahir
Lalu darah emakpun mengalir

Wahai anak bijaksana
Tenaga terkuras apalagi dana
Tidur emakpun tidaklah Lena
Dan istirahatnya tidaklah sempurna

Meski emak susahnya demikian
Anaknya tetap dapat belaian
Dan hati tetap dapat pujian
Serta lancarnya masalah perekonomian

Kini emak sudahlah renta
Yang didapat hanya nista
Karena anak banyak berdusta
Emak akhirnya digeluti derita

Apabila emaknya nanti tiada
Ananda sudikah memikul kerenda
Saat hidupnya emaknya diperkuda
Anaknyalah yang menjadi nakhoda

Demikianlah Syair Rindu Emak
Pahamilah wahai anak bijak
Teriakpun tak bisalah dielak
Karena emak telah dijarak

Labuhan Tangga Hilir Batu 8, Minggu, 28 Januari 2024. 13.39

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan