Assalamualaikum wahai kerabat sejati
Jawablah salamku denganlah hati
Agar kekeluargaan terjalin sejati
Hubungan kitapun tetap sehati
Hamba disini inginlah memberi
Tentu lewat syairlah Baiduri
Syairnya Rindu Emak Saudari
Rindu Emak taklah dipungkiri
Lewat emaklah kita hadir
Banyak tenaga emak tersortir
Barulah engkau bisa lahir
Lalu darah emakpun mengalir
Wahai anak bijaksana
Tenaga terkuras apalagi dana
Tidur emakpun tidaklah Lena
Dan istirahatnya tidaklah sempurna
Meski emak susahnya demikian
Anaknya tetap dapat belaian
Dan hati tetap dapat pujian
Serta lancarnya masalah perekonomian
Kini emak sudahlah renta
Yang didapat hanya nista
Karena anak banyak berdusta
Emak akhirnya digeluti derita
Apabila emaknya nanti tiada
Ananda sudikah memikul kerenda
Saat hidupnya emaknya diperkuda
Anaknyalah yang menjadi nakhoda
Demikianlah Syair Rindu Emak
Pahamilah wahai anak bijak
Teriakpun tak bisalah dielak
Karena emak telah dijarak
Labuhan Tangga Hilir Batu 8, Minggu, 28 Januari 2024. 13.39