

PEKANBARU-TIRASTIMES: Keluarga besar Jabbar yang berada di Pulau Sumatera meliputi Provinsi Riau, Sumbar dan Kepulauan Riau (Kepri), tepat perayaan Idul Fitri hari ke-empat, Rabu (28/6) berkumpul dalam acara halal bi halal di kota Pekanbaru. Acara pertemuan dihadiri sekitar 100 orang ditandai saling memperkenalkan diri, bermaaf-maafkan dan bernyanyi diiringi grup musik Annida dalam suasana penuh keakraban.
Pada acara tersebut, disepakati setelah lebaran tahun depan, acara halal bi halal Keluarga Besar Jabbar dari seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 200-an orang digelar di kota Padang, Sumbar. Dalam rumpun keluarga Jabbar ini terdapat sejumlah nama yang dikenal publik di antaranya penulis/ sastrawan Alm. Hamid Jabbar, Fakhrunnas MA Jabbar dan ulama Buya Masoed Abidin Jabbar (Pembina DDII Provinsi Sumatera Barat).
Koordinator acara Halal bi Halal Keluarga Jabbar, Firdaus MA Jabbar saat memulai acara menjelaskan acara halal bi hal yang dihadiri Keluarga Jabbar di tiga provinsi Pulau Sumatera itu merupakan yang ketiga kali. Acara ini pertamakali diinisasi oleh Buya Masoed Abidin Jabbar yang bermukim di kota Padang.
Buya Masoed Abidin Jabbar pada acara yang sama menceritakan sejarah panjang Keluarga Jabbar yang diawali dari perantauan Buya Abdul Jabbar, hafiz Al Quran dan pedagang emas dari
Kotagadang (Bukittinggi) ke Kabupaten Kampar, tepatnya Kenegerian Airtiris. Abdul Jabbar
menikahi gadis Kabun (Airtiris) bernama Gadi Aro yang melahirkan empat orang anak masing-
masing putri tertua Siti Aminah Jabbar menikah dengan Muhammad Thaib memiliki dua anak,
anak kedua, Muhammad Zen Jabbar menikahi Zainab (melahirkan 5 anak di antaranya Busro
Jabbar dll).
Anak ketiga, Zainal Abidin Jabbar menikahi isteri pertama gadis Airtiris bernama Khadijah
(melahirkan Buya Masoed, Hasanah Jabbar, Husnaini Jabbar, Abdul Rauf Jabbar, Dr. Rahmah
Jabbar (Karo Keuangan Pemda Jatim) dll) dan isteri kedua gadis Kotogadang bernama
Rizatulmahniar (melahirkan anak-anak: Hamid Jabbar, Abdul Rahim Jabbar dan Rani Nooraini
Jabbar).
Sedangkan bungsu dari Abdul Jabbar adalah Mansur Abdul Jabbar menikahi gadis Airtiris,
Amisuri Wahidy (ayah dari Fakhrunnas MA Jabbar, Firdaus MA Jabbar, Fakhrawati MA Jabbar,
Rosleli MA Jabbar, Alm. Fakhruddin Ahmad MA Jabbar, Fakhrurijal MA Jabbar dll).
Menurut Buya Masoed, penyebaran anak keturunan Jabbar di Indonesia saat ini bisa mencapai
200-an orang yang meliputi kota Surabaya, Gresik, Tuban, Malang, Probolinggo Banyuwangi,
(Jatim), Bandung (Jabar), DKI Jakarta, Padang, Bukittinggi, Pasaman (Sumbar), Kota
Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan (Pangkalan Bunut), Bengkalis, Kampar (Airtiris), Rokan Hilir
(Bagansiapi-api), Provinsi Kepulauan Riau (Ranai, Natuna, Tanjungpinang, Tanjungbalai
Karimun), Kalimantan Timur (Balikpapan) dan ada yang di Negara Timor Leste (kota Dili) dan
sebagainya.
“Insyaallah, pada perayaan Idul Fitri tahun depan, reuni dan halal bi halal Keluarga Besar
Jabbar ini akan digelar di kota Padang dengan mengundang seluruh keluarga di Indonesia.
Jumlahnya bisa mencapai 200-an orang,” ucap Buya Masoed.
Sementara Fakhrunnas MA Jabbar saat memperkenalkan rumpun Keluarga Jabbar Riau menyebutkan acara reuni dan halal bi halal ini mengingatkan pada sebuah cerpen Hamid Jabbar berjudul ‘Reuni’ yang ditulis sekitar tahun 1980-an. Dalam cerpen itu, Hamid membayangkan sebuah keluarga besar melakukan reuni yang dihadiri ratusan orang dengan segala suka-duka dan kemeriahannya.
“Alm. Bang Hamid Jabbar memang semasa hidupnya pernah bermimpi bagaimana keluarga besar Jabbar melakukan pertemuan silaturahim atau reuni seperti ini. Sayang, Hamid sudah
mendahului kita semua,” ucap Fakhrunnas.
Acara halal bi halal ini diisi pula dengan penampilan grum musik Annida pimpinan Firdaus MA
Jabbar yang seluruh pemain musik dan teknisi terdiri isteri, Zaidar, anak-anak Iwan, Iil,
Lia dan Fadil serta menantu, Emma.(ns)