Rumahku Istanaku: Cerpen Hanani

30

Lily adalah seorang anak gadis kecil yang usianya baru 6 tahun ia gadis yang kuat dan tegar di usianya 6 tahun Lily menamatkan sekolah TK untuk masuk ke SD Lily belum cukup usia 7 tahun maka Ibunya memutuskan untuk masuk tahun depan saja biar cukup umurnya Lily punya adek dua orang laki laki usia 4 tahun dan 3 tahun Ibunya bekerja di Londri dan Ayahnya bekerja di bengkel.

Kerasnya kehidupan sudah di rasakan Lily karena ia perempuan satu satunya dan yang paling tua di antara Adit dan Rendi sehari harinya Lily menjaga Adit dan Rendi mengurus keperluan adeknya dari bangun tidur sampai mandikan dan buatkan sarapan dan makanan Adit dan Rendi karena Ibuk sama Ayah Lily pergi pagi pulang sore hari setiap hari di lalui Lily dengan sabar dan penuh tanggung jawab walau usianya 6 tahun Lily sudah bisa mengurusi keperluan Adit dan Rendi.

Manakala Lily duduk sendiri tanpa di temani siapa siapa karena adeknya sudah tidur selesai makan siang Lily melihat ke jendela sambil berkata mengarah ke jalan yaaa.. Allah andai ku bisa seperti Ibu ku menggosok di londri biarlah aku yang gantikan posisi Ibu ku biar Ibu ku bisa istirahat di rumah jaga adek adek ku aku ingin bantu Ibu tapiii mana badan ku kecil tanganku kecil belum bisa menggenggam gosokan gumam Lily merenung sambil memandang ke depan halaman

Tanpa disadari Lily tersentak rupanya Adit dan Rendi sudah pada bangun Lily langsung menghampiri adek adeknya ayo mandi sebentar lagi Ibu dan Ayah pulang kita harus mandi biar Ibu dan Ayah lihat kita segar sudah pada mandi. tanpa dikomando lagi, Adit dan Rendi berhamburan ke tempat bak mandi maka mereka mandi dengan riangnya satu perasatu adeknya dimandikan hingga sampai selesai walau sabun gayung ber serakan sana sini namun Lily tetap sabar menghadapi tingkah adiknya selesai mandi lalu di dandani satu persatu memasangkan baju dan menyisir rambutnya begitu jugak dengan Lily ia siap dandan dirinya.

Selesai semuanya Lily menyuruh Adit dan Rendy duduk di ruang tamu untuk menonton tv. Mereka menonton filem sin chan yang digemari oleh anak-anak sambil menyantap makanan cemilan ciky yang sudah dipersiapkan Lily sambil baring baring semua ini dilakukan Lily dari hari ke hari Lily sudah terbiasa dengan momen momen seperti ini tiada getar ia menghadapi semuanya walau tantangan dalam kehidupan yang belum pantas ia lakukan di usia seperti Lily namun karena ini didikan ayah dan Ibunya yang selalu berharap kelak di kemudian hari seorang Lily bisa belajar hidup yang sebenarnya bukan selalu memanjakan umur. itu yang di tanam kan oleh Ayah dan ibunya karena orang tua Lily punya prinsip seperti itu.

Ayahnya selalu berkata semuanya kita serahkan kepada Allah karena Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang pasti menjaga hamba hambanya yang kuat dan menjaganya dengan baik dan tidak memanjakan umur. walau masih kecil bukan berati ia sebagai orang tua jahat, kepada anak anaknya tidak, semata mata ingin menjadikan anak anaknya mandiri dan selalu ingat pada Allah karena setiap ke jadian adalah izin Allah.

Sore harinya ayah dan Ibunya pulang dari bekerja dan langsung berkemas kemas menuju ruang makan karena semunya sudah dipersiapkan Ayah dan Ibu Lily, untuk giliran memasak jugak. Mencuci Ayah dan Ibu mereka lah saling bekerjasama inilah yang dilakukan oleh keluarga kecil Lily hingga mereka berkumpul bersama sama saling bercerita dan berebut tema Adit temanya main petak umpet dan kakak Lily temanya mengurus badut-badut yang lucu ha…ha… Ayah dan Ibu selalu senang dan suport Lily menjaga adik dengan baik dan bijaksana inilah keseruan rumah kecil mungil keluarga bahagia Lily. Rumahku istanaku, gumam Lily

Menjelang malam hari Lily di ajari oleh Ibunya membaca sementara Adit dan Rendi sibuk dengan coretan coretannya di kertas gambar yang sudah di persiap kan Ibu Ayah mereka menonton sambil berberes untuk sarapan besok pagi. Adit sibuk dengan coretan coretan gambar nya ..Kak? Ini lihat gambar sin chan kan? Adit melihat kan gambar bulat berbentuk wajah walaupun bentuknya tak sempurna naaah Rendi pun tak kalah seru dan cerewetnya Kak … kak .. ini lihat gambar bebek…ha..ha…Rendi sambil ketawa memeluk kakaknya takut salah…coretan lukisannya namun Lily tetap suport adik-adiknya ya..ya..bagus- bagus buat yang lebih banyak lagi ya??

Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 9.30 malam.

“Ayo … kita semuanya tidur”.

Ayah mulai bangkit dan memberi aba-aba kepada mereka semuanya.

“Ayo cuci kakimu,  Adit, Rendi dan Lily,” kata Ibu selesai kita ke kamar tidur.
“Horeee … tiduuur”.  Mereka serentak langsung bergegas ke kamar mandi cuci kaki dan cuci muka.
Ruang kamar mereka ada dua. Satu ruang kamar Ayah dan Ibu. Adit sama Rendi tidur bareng sama Ayah dan Ibu, sementara Lily tidur sendirian tanpa ada yang nemani hanya boneka boneka kesayangan Lily yang nemani.
Ayah lalu berkata, “Jangan lupa berdoa mau tidur ya”.

“Iya, Ayaaah”.

Mereka semua saling berangkul dan masuk ke kamar masing-masing.

Malam itu mata Lily tak mau terpejam ia gelisah sekali.

“Hai bobo?? Kamu kok tak ngantuk jugak?” Lily menyapa bonekanya.

“Ayoo sini temani Lily ya?” Ia bicara pada bonekanya sendiri.

“Cuit … cuit .. bobok jelek, ayook kita bobok ntar besok pagi bangun cepat jangan kesiangan”. Lily bicara pada bonekanya sambil memeluk dan memejamkan matanya.
Di pagi Subuh, Ayah dan Ibu sudah bangun mereka mengajak semua anak anaknya bangun dan mandi sholat Subuh.selesai semuanya Ayah dan Ibu kemabali ke dapur dan mempersiapkan segala keperluan pagi harinya.

Lily sambil siap siap membantu menyapu dan membuka jendela pintu biar udara segar pagi hari terasa .dan masuk kedalam rumah Ayah selalu ingat kan biar kita dapat udara pagi yang cerah dan segar.

Selesai semuanaya Lily, Adit,Rendi langsung menuju ke meja makan karena Ayah dan Ibu sudah mempersiapkan sarapan pagi pada hari itu tepatnya hari Minggu Ayah dan Ibu tidak bekerja.

Selesai makan bersama Lily bersorak ke girangan, “Horeee … kita jalan jalan ke taman hari ini. Ayok Ibu .. Ayah,” ajak Lily di susul dengan Adit dan Rendi sambil melompat kegirangan.

“Horeee … kita ke taman bisa main main dan melukis”.

Randi kegirangan kerena mereka sudah terbiasa kalau berlibur ke sana. Kalau ke mall mereka jarang karena Ayah dan Ibu tidak setuju jalan jalan liburan itu ke mall. Karena di mall itu belajar kesenangan dan kemewahan tapi kalau ke taman menghirup udara segar dan bermain di alam bebas berlari ke sana kemari sambil menikmati makanan dan jajanan di taman sungguh mengasyikkan dan menyenangkan. Randy mulai menagih janji Ayah.

“Randy melukis ya?”

“Ya .. ya .. ayok ke sana. Kita menuju tempat lukisan”.

Ayah Randi sambil membimbing Rendi tak ke tinggalan Lily pun berteriak sambil berlari lari kecil.

“Ayaaah … Lily jugak ya?”

Ikut melukis Adit tinggal sambil bermain ayun ayunan di temani Ibu karena Adit hobynya bermain Ayunan begitulah keseruan mereka bila libur tiba Adit sambil bermain ayunan asik aja makan jagung panggang sementara Lily dan Rendi sibuk dengan lukisannya mereka memang hobynya melukis melulu kalau di taman selesai melukis dan lukisan mereka bawa pulang.

Selang berapa lama Azan pun berkumandang Ayah dan Ibu menyuruh mereka berhenti bermain ayook kita sholat dulu kebetulan Mesjid dekat dengan taman mereka langsung bergegas ke mesjid sementara peralatan lukisan mereka titipkan karena orang yang punya lukisan pun hendak ke mesjid untuk Sholat mereka barengan menuju ke Mesjid untuk Sholat yakni Sholat Maqrib kebiasaan mereka dari siang jalan jalanya sampai menjelang Magrib.

Setelah selesai mereka salat kembali bermain tapi kali ini tidak boleh terlalu lama hanya sampai menjelang malam tiba terus pulang karena Ayah sudah kasih aba-aba sebentar ya anak-anak kita pulang lagi karena esok kalian sekolah ayoooo ntar keburu terlambat bangun ke asikan di sini. Ok Ayah kita pulang mereka pun siap-siap untuk pulang dalam perjalanan pulang mereka saling berbagi cerita tentang ke giatan mereka di taman tersebut berebut cerita sambil ke tawa mereka memang ke luarga yang mengasikkan.

Sesampainya di rumah Lily mengingatkan ke Adeknya Adit,Randy tarok sepatunya ya di tempatnya dan langsung bukak baju begitu juga baju ayo letakan di ember yang biru itu memang kebiasaan mereka kalau sudah dari luar bepergian mereka terus berberes dan bersihkan badan mandi Ibuk pun demikian selesai berberes langsung ke dapur masak dan menyediakan makan malam seperti biasanya Ayah pun ikut mempersiapkan makan untuk di hidangkan tak ketinggalan Lily jugak ke belakang lihat Ibu.

“Bu … hari ini masak apa kita bu?”

“Hari ini kita masak ceplok telur aja ya? Dan orak arik telur juga”.

“Weeeeeh sedapnya”. Lily sambil mengangkat piring untuk persiapan makan di meja sedangkan Rendi dan Adit nonton tv sembari menunggu masakan Ibu. Lily menegur adik-adiknya,” Udah .. udah nontonnya ayok duduk di sini kita sambil menunggu masakan Ibu hampir selesai”.

Lily  menuangkan air ke gelas gelas untuk persiapan mereka makan. Ok kakak cantik kata Rendy sambil menuju meja makan selang itu jugak Ibu sudah siap masak telur orak arik memang ini kesukaan mereka berdua Randy dan Adit. Horeeee asyiiik kita makan telur orak-arik buatan Ibu tersayang nyeletuk Randy. Lalu Ibu cubit hidung Randi sambil ketawa senag ya? Anak anak Ibu semuanya hari ini Ibu masakan kesukaanmu? Pas sekali Ibu jawab Randi. Ayah pun ikut ketawa karena mereka saling bercanda. Naah ayok kita makan lagi. Ok Ayah, sebelum makan kita berdoa dulu agar makanan yang kita makan berkah dan enak Ayah memulai memandu doa makan. Selesai Ayah memandu mereka mulai makan. Keseruan makan bersama sama ini lah yang tak dapat mereka hilangkan.weeeh sedaaap Ayah kata rendi sambil menyuguhkan ke mulut Ayah. Mmmmh enaak kata Ayah..ya…e ak jawab Randi

Ayo Anak-anak kita istirahat tidur lagi besok Ibu dan Ayah akan kerja tapi sebelumnya Ayah dan Ibu mau kesekolah SD nanyak kapan penerimaan murid baru Kakak Lily nantik mulai sekolah SD. dan Rendy TK ya?? Horeee mereka senang kegirangan dan Randi cuma melirik saja dan tersenyum ok Adik antar Abang dan Kakak aja ya ke sekolah nya biar Adek yang bawain tas Abang dan tas Kakak sambil ketawa Rendi berlalu masuk kamar dan disusul dengan Adit. Lily menutupi qorden dan meriksa pintu dapur belakang dan depan selesai Lily pamit sama Ayah dan Ibuk mau istirahat tidur.

Duuuh aku mau sekolah lagi trus gimana nantiknya ya dengan Ayah dan Ibu juga adik-adikku Adit tinggal sedirian di rumah apa sih yang dilakukannya tanpa ada aku? Kasihan deh Rendinya main sendirian selama aku beraktifitas di sekolah Lily sambil berbaring terfikir olehnya ya mudah-mudahan tak kenapa-kenapa dengan Adikku sambil menyelimuti badannya Lily mulai memejamkan mata tidur lagi sambil berdoa.

Dikamar Ayah dan Ibu pun berfikir sama halnya dengan Lily lhooo pake gimana ya dengan Randi klu kakak Lily dan Adit sudah sekolah mereka kan barengan berangkatnya terus Randi tinggal sendirian di rumah kita berdua pun kerja mudah2an tak kenapa-kenapa ya Yah? Ibu rasa kuatirnya berkata kepada Ayah saat mereka rebahan di kamar perbincangan Ayah dan Ibu inilah membuat mereka akan menyusun strategi bagaimana anak-anak merekan nyaman dan Aman. Insyaallah ada jalan keluarnya ya Bu. e besok kita sambung pembicaraannya ayo tidur sudah larut malam ntar pagi kesiangan. Tujuan Ayah sebenarnya supaya Ibu jangan terlalu berfikir karena harus Istirahat sambil Ayah mematikan lampu mereka tidur dan sambil berdoa.

Seperti biasa subuh mereka bangun dan mandi terus langsung berwudhuk salat berjamaah Ayah yang jadi Imamnya,selesai mereka Sholat kembali seperti biasa Nayla bantu Ibuk buat sarapan Ayah pun ikut membantu Adit dan Rendi menghampiri Ibu hari ini kami berdua tinggal di rumah jagain rumah asyiik Kakak sekolah ntar kalau dah gedek nantik kami lagi kesekolah barengan kita ya Kak? Iya Adekku yang ganteng jangan nakal-nakal selama Kakak sekolah ya? Jagain rumah mainya di ruang tamu aja ntar pulang sekolah Kakak bawain bakso tusuk ya?? Weeeh sedaapnyaa Adit sambil geleng-gelengkan kepalanya Kakak baik deh ok Kakak terimakasih sambil memeluk Kakaknya..ayo.ayoo kita sarapan dulu sudah siap Ibuk mulai membubarkan mereka yang lagi berbincang horeee sudah siapsarapannya ayok Kak ayok Ayah Rendi mengajak Ayah mereka makan bersama-sama Rendi sama Adit duduk makan sebelah Ayah dan Lily sebelah Ibu mereka memang keluarga yang kompak.

Pekanbaru 26.6.2025

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan