

Oleh: Hendrizon Bin (Alm) Nashruddin Zakaria
“Karyo kali ini hanya kau lah sang penentu nasib maju mundurnya perusahaan kita, baik buruknya kondisi perusahaan kita, dan hal-hal yang mengakibatkan nama perusahaan ini tercoreng ataupun mentereng. Kini usiaku sudah memasuki kepala tujuh. Sudah banyak kurasakan di sekujur tubuhku ini yang tak lagi segar bahkan akan segera bubar,” ungkap Tarman seperti memberikan wasiat kepada Karyo.
Puncak karir Tarman adalah Bos dari tempat perusahaan si Karyo yang sedang mengendalikan jualan online berbagai produk dari hal terkecil sampai hal-hal yang bernilai dolar bahkan keluar atau go internasional.
Tarman memiliki berbagai relasi kerja dari kepala daerah sampai kepala negara. Dalam hitungan menit, Tarman mampu menghasilkan uang miliaran rupiah atau miliaran dolar dari hasil penjualannya. Singkat cerita Tarman sudah mampu mengendalikan pasar ekonomi dunia.
Suatu hari Tarman pernah memperkenalkan orang kepercayaannya itu (Si Karyo) saat acara pesta ulang tahunnya yang ke tujuh puluh.
“Hadirin semuo inilah orang kepercayaan ku dalam menjalani produksi perusahaan online berbagai produk dan segalanya. Andaikan nyawaku bisa ku titipkan untuk ia jaga, maka aku akan memilih dia untuk dirawat dengan sebaik-baiknya,” ujar Tarman kepada tetamunya.
Seluruh mata hadirin pun tertuju kepada mereka seraya memberikan ucapan selamat. Namun Entah setan apa yang membisikkan ke kepala Karyo, sejak acara pesta ulang tahun itu, Karyo pun merasakan bahwa dia lah yang sekarang menjadi pimpinan perusahaan online berbagai produk itu.
———-
“Kita butuh seorang karyawati yang pintar tapi lugu, untuk mencapai tujuan yang kita inginkan bersama,” ujar Karyo menyimpulkan hasil rapat konspirasi yang ia pimpin.
Si Karyo dan beberapa orang temannya sedang menyusun sebuah konspirasi untuk menjatuhkan bosnya (Tarman) dengan secepat mungkin agar ia bisa dengan mudah melenggang menjadi seorang pimpinan perusahaan dan menguasai semua aset perusahaan tempat kini ia sedang bekerja. Padahal Karyo sudah menjadi orang kepercayaan Tarman namun karena serakah dan tamakkan harta, dirinya tetap saja merasa kurang dan menguasai seluruh yang dimiliki perusahaan online itu.
Padahal menjadi orang kepercayaan bukanlah hal yang mudah. Orang kepercayaan biasanya pastilah orang yang tau segala seluk beluk, suka duka dan hal-hal penting lainnya atas usaha yang sedang dijalankan oleh bosnya. Biasanya seorang bos akan menceritakan semua rahasia perusahaan seperti keadaan keuangan, untung rugi, tipikal manusia yang dihadapi dan sebagainya.
———
“Saya ada kenal satu orang perempuan sarjana akuntasi dari sebuah Universitas alamatnya tak jauh dari tempat tinggalku. Namanya Aisyah, pintar keuangan, pernah bekerja di sebuah perusahaan, namun karena krisis moneter, ia kini menjadi seorang penggangguran. Perusahaan awal tempat dirinya bekerja kini sudah gulung tikar dan bangkrut, Dia kini terpaksa harus di rumahkan alias jadi pengangguran. Orangnya berkerudung, sedikit pendiam, tak banyak tingkah dan sedikit lugu terutama bila dimarahi oleh atasan. Biasanya selalu manut atas perintah. Ekonomi keluarganya pun pas-pasan, dan saya mengusulkan Aisyah ini untuk kita jadikan karyawan demi mencapai tujuan kita bersama bos,” Ujar Tono teman se-konspirasi Karyo.
“Siapa namanya Aisyah…..nama yang bagus dan baru kali ini aku mendengar, rupanya ditempat kau ada seorang gadis berkelulusan Sarjana Akuntasi. Tapi warna kulit dan ciri-ciri yang ada pada matanya bagaimana, “ Ujar Karyo kembali menanyakan.
Dua pertanyaan Karyo bukan tak beralasan. Menurut pandangan ilmu batin si Karyo, andaikan mata dan wana kulit gadis itu putih atau hitam, kemudian matanya sedikit sipit, lebih baik jangan diterima, karena pasti akan membawa musibah.
“Kulitnya sawo matang dan matanya cantik bos, seperti mata yang dimiliki oleh seekor burung hantu. Bila ia sedang menatap, tatapan matanya tak membosankan bahkan bisa jadi kita tertarik, pendek kata oke punya lah bos,” jawab Tono.
“Kalau begitu besok suruh dia datang ke ruangan saya untuk diwawancarai. Andai cocok kita terima dan andai tidak maka kita terpaksa mencari orang lain yang memang bersedia menjadi bagian dari kita,” balas Karyo.
Pendek cerita Aisyah pun datang dan di wawancarai. Karyo bolak-balik menanyakan beberapa hal demi tujuan dan kepentingannya itu. Karyo pun bersedia menerima Aisyah sebagai seorang Karyawan perusahaan online yang kini ia kendali.
Menurut riwayat hidup yang dimiliki Aisyah, dia adalah seorang muslimah yang taat. Selain sebagai seorang Akuntan, Aisyah juga memiliki ilmu batin yang tak banyak diketahui oleh orang-orang. Prinsip hidup seorang Aisyah, Bila baik yang kita kerjakan maka kebaikan itu akan kembali kepada pelakunya, Namun bila kejahatan yang kita kerjakan maka kejahatan itu pun akan kembali kepada si pelakunya.
———
Tarman sebagai pemilik perusahaan online itu kini dikabarkan menderita sakit. Dia sedang dirawat di salah satu rumah sakit terkenal. Rumah Sakit Jantung Sehat nama rumah sakitnya dan statusnya swasta. Dokter menfonis bahwa Tarman mengidap penyakit jantung dan harus banyak istirahat, terutama dengan kondisi tubuh dan umur yang terus menggerogotinya.
Aisyah yang telah menjadi karyawan akuntasi di perusahaan online itu, kini kian hari kian merasakan hal-hal yang tidak beres. Dalam batinnya menyatakan akan terjadi hal-hal yang tidak sesuai pada yang sepatutnya. Benar bisa di posisi yang salah, baik diposisi yang jahat, menang diposisi yang kalah. Singkat cerita seluruh fakta diputarbalikkan karena kepentingan untuk memenuhi nafsu serakah manusia.
Keesokan harinya, Pagi dini hari sekitar pukul 04.00 WIB dikabarkan pak Tarman harus dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan intensif dari sakit jantung yang ia derita. Nampaknya sakit yang diderita Tarman sudah semakin berat. Menurut diagnosa dokter sebaiknya Tarman harus dirawat di Rumah Sakit luar negeri untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik agar penyakit jantung yang ia derita segera pulih secepatnya.
Karena secepat itu pak Tarman harus dirawat, kekhawatiran batin Aisyah selaku Akuntan perusahaan pun mulai terbukti. Aisyah ingin menyelesaikan segala perhitungan biaya perawatan di Rumah Sakit Jantung Sehat tempat Tarman dirawat. Aisyah mendatangi sendiri rumah sakit itu. Padahal melalui kontak telpon pun segala perhitungan biaya perawatan itu bisa selesai dilakukan oleh Aisyah.
Setibanya di Rumah Sakit Jantung Sehat yang dimaksud, Aisyah pun menunjukkan identitas dirinya. Tanpa pikir panjang lagi pihak Rumah Sakit Jantung Sehat pun mempersilahkan Aisyah menemui langsung direktur Rumah sakit tersebut. Akhirnya terjadilah dialog panjang lebar antara keduanya.
“Kok aneh ya pak Direktur, seharusnya tak perlu dilarikan ke RSCM” Ujar Aisyah.
“Ya mungkin sudah takdir dari ilahi, kami sudah berusaha semampunya,” Jawab Direktur Rumah Sakit Jantung Sehat.
Dari data dan keterangan yang di dapat Aisyah, seharusnya Tarman tak perlu dilarikan ke rumah sakit (RSCM) apalagi ke luar negeri. Aisyah pun menganalisa dan mengecek satu persatu informasi yang ia dapat. Pada akhirnya Aisyah pun menjumpai seorang Satpam Rumah Sakit Jantung Sehat itu.
Ternyata ada seorang perempuan dengan wajah mirip Aisyah mendatangi Rumah Sakit itu dengan membawakan pesanan untuk disampaikan ke Pak Tarman saat dirawat. Perempuan itu adalah orang suruhan Karyo yang juga dengan sengaja mau mencelakakan Aisyah. Aisyah pun segera menelusuri jejak perempuan itu. Ternyata perempuan itu pada malam hari saat mengunjungi Tarman telah memasukan cairan racun dengan menyuntikannya melalui saluran infusnya.
Aisyah pun melaporkan informasi itu ke kepolisian. Singkat cerita perempuan dengan wajah mirip Aisyah pun ditangkap bersama Karyo. Perempuan itu menceritakan bahwa dirinya disuruh oleh Karyo agar Tarman dengan cepat menuju pintu kematian. Dirinya diberikan upah yang besar untuk melaksanakan misi si Karyo. Tak berselang lama Polisi pun berhasil meringkus komplotan Karyo dan kawan-kawannya ke keruji besi. Perempuan berwajah mirip Aisyah pun turut dirungkus karena sudah mencoba melakukan aksi pembunuhan berencana. Kini Perusahaan Online milik Tarman kembali berproduksi walaupun pemiliknya kini harus mencarikan pengganti orang kepercayaannya si Karyo.
Bengkalis, 13 Februari 2026