Kau tak lagi muncul di layar ponselku,
tak ada sapaan pagi,
tak ada tanya sederhana: “kamu baik-baik saja?”
Namun namamu masih menetap,
di sudut hari yang paling sepi.
Kita tak bertukar kabar,
tapi aku masih hafal caramu tertawa,
seolah jarak tak pernah belajar
cara menghapus kenangan.
Aku ingat bagaimana kita diam bersama,
saat dunia terlalu ribut untuk dimengerti.
Sahabat sejati, rupanya,
tak selalu hadir lewat suara.
Ia tinggal di ingatan yang jujur,
di doa yang tak pernah diumumkan,
di rasa percaya bahwa waktu
tak mampu mengusir siapa pun.
Jika suatu hari kau membaca ini,
tanpa sengaja, tanpa rencana,
aku tak akan menuntut penjelasan.
Biarlah bait-bait ini berjalan sendiri,
mencari langkahmu di antara sunyi,
dan berhenti tepat di hatimu.
Cheribon, 12 Oktober 2021- Desember 2025

Hadidan Ghiyatsi, tinggal di Kota Cirebon. Aktif keanggotaan kader partai politik PKS Cirebon Kota di berbagai sektor, anggota di KVDAI (Komunitas Dubber Announcer Indonesia–2022) dan KMO (Komunitas Menulis Online-2024). Selain itu, sedang belajar di Asqa Imagination School dan Tambahi keterangan 36 Besar Anugerah COMPETER Indonesia. . Karya cerpen yang telah rilis seperti Jejak Kenangan (2024) dan novel yang telah terbit di aplikasi novel online KBM apps diantaranya; Detektif Zaheer (2024), Sang Murabbi (2024) Jodoh Tak Direstui (2025), Vol I: Eclipsed Underground (2025), Rahasia di Balik Kabut (2025), Vol III:The Blood Moon Series (2025) Vol IV: Legacy Of Blood(2025), Series 01 : The Veyron Code (2025), Series 2: The War Never Spoke (2025), dan Series 3: Children Of The Quite Empire (2025). Lebih dekat bisa follow media sosial di facebook @HadidanGhiyatsi, instagram @hadidan_alghiyatsi dan di KBM Apps @abunuaiman. Salam literasi.