Sebuah Harapan: Puisi Jusmaniar Dly

26

Suatu hari yang memilukan
ada perjalanan yang direncanakan
mengukir sebuah cerita untuk menjadi kenangan
mungkinkah masih ada kehidupan
itulah perasaan seorang anak kecil yang tidak berdosa
dia berada di ambang kematian
dentuman senjata begitu menakutkan
gadis kecil itu berkata
ibu aku takut

Dengan perasaan cemas dan takut
anak kecil itu selalu berusaha untuk memberi kabar yang terjadi
Pertolongan sudah mendekati tempat
namun mereka pun jadi korban kebiadaban
setelah beberapa lama
barulah tempatnya bisa dikunjungi
ternyata semuanya telah menjadi syuhada
termasuk anak kecil yang bernama Hind Rajab

Tulisan Terkait

Dalu-Dalu, 24 Februari 2026

Jusmaniar Dly. Kelahiran Paringgonan, 7 Februari 1973. Menulis puisi sejak 2023. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media massa dan terangkum dalam antologi: Organ Mawar, Benih-benih Suram, Fetussaga Menanti. Puisi, Kurcaci dan Langit Cekung Basah. Serenade Segenggam Uban dan Ruh di Bawah Loteng. Kini aktif menulis puisi di kelas puisi Asqa Imagination School (AIS) #66. IG: @jusmaniarsag

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan