Kreativitas Daur Ulang Masker Bekas dan Sarung Tangan Medis Bekas, Siswa Pekanbaru Raih 2 Medali Emas di Ajang Penemu Muda Internasional

6

PEKANBARU – TIRASTIMES, 29 Mei 2026 — Siapa sangka limbah masker dan sarung tangan bekas praktikum bisa berubah menjadi karya inovasi tingkat dunia? Mahakarya luar biasa ini baru saja dibuktikan oleh tim peneliti muda asal Stella Gracia School Pekanbaru. Bermodal kreativitas mumpuni dan kepedulian lingkungan yang tinggi, mereka sukses memborong dua medali emas sekaligus sejumlah penghargaan bergengsi di ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) yang berlangsung pada 18-20 Mei 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Para jenius muda ini berhasil bersaing dengan hampir 3.000 peserta dari seluruh dunia dengan menyulap limbah Alat Pelindung Diri (APD) menjadi dua alat revolusioner penyelamat bumi.

Inovasi luar biasa pertama datang dari tim yang diketuai oleh Aleea Keysha Zulkarnain, bersama Joanka dan Wafi Agil, yang menciptakan ECO-AEROSORB. Alat ini merupakan sebuah sistem penyaring udara cerdas yang diracik dari hasil daur ulang masker N95 dan sarung tangan nitril bekas, yang kemudian dicampur dengan bahan inovatif dari limbah cangkang kelapa sawit. Dewan juri internasional memberikan apresiasi tinggi lantaran alat ini mampu menyaring polusi udara (PM2.5) di area sekolah tanpa perlu disambungkan ke aliran listrik. Keberhasilan mengubah limbah menjadi inovasi pelindung kesehatan anak-anak ini pun diganjar Gold Medal serta gelar The Best International Invention & Innovation Award langsung dari National Research Council Thailand (NRCT).

Prestasi kedua ditorehkan lewat inovasi HYDRONITE, sebuah material tangguh untuk menyaring air terkontaminasi. Tim yang dipimpin oleh Phoebe Wijaya beserta anggotanya yakni Leticia, Caitlyn, Gracelyn, Luna, dan Velika ini juga memanfaatkan limbah APD laboratorium yang sulit terurai untuk disulap menjadi penyaring efisien yang mampu menyerap polutan di dalam air. Di tengah krisis air bersih dunia, solusi brilian untuk masa depan bumi ini sukses memikat para juri internasional. Alhasil, mahakarya penjernih air ini berhasil menyabet Gold Medal sekaligus Penghargaan Spesial dari World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA), Taiwan.

Kemenangan di ajang bergengsi ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Riau memiliki kemampuan yang mumpuni di kancah sains global. Di balik layar, kesuksesan para inovator muda ini merupakan hasil dari bimbingan intensif guru pembimbing mereka, Rizky Ardie Yani, M.Si., beserta Yuli Julaila, M.Pd., yang turut membantu proses riset tersebut. Bukan sekadar gagasan, karya inovatif dari para siswa Stella Gracia School Pekanbaru ini membuktikan hadirnya sebuah solusi nyata demi mewujudkan bumi yang lebih sehat dan terbebas dari polusi.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan