Fenomena Self Diagnose, Benarkah Kesehatan Mental Remaja Terancam?: Catatan Mazaya Iffat Aqila Setiawan

12

“Saya belum didiagnosis, namun saya merasa punya penyakit mental”

Kesehatan mental merupakan aspek utama yang memengaruhi aktivitas sehari-hari remaja. Akhir-akhir ini, banyak postingan media sosial yang mengedukasi remaja untuk memperhatikan kesehatan mentalnya. Namun, hal ini justru membuat banyak remaja melakukan self diagnose. Akibatnya, banyak remaja yang sebenarnya baik-baik saja akhirnya menganggap dirinya memiliki penyakit mental. Menurut Lauren A Rutter dkk. dalam jurnal JMIR Formative Research 7 (2023), Para peneliti dapat lebih mempercayai laporan diri pasien, termasuk yang terdapat dalam eksperimen berbasis web seperti unggahan media sosial, ketika individu melaporkan diagnosis depresi dan gangguan kecemasan. Namun, replikasi dan studi lebih lanjut tetap disarankan.

Diagnosis dini memang penting untuk mengenali tanda-tanda adanya penyakit mental yang mungkin dialami, namun bukanlah jawaban akhir dari adanya kemungkinan mental illness yang dialami. Solusi yang terbaik ialah berkonsultasi kepada professional apabila merasa memiliki tanda-tanda permasalahan mental. Para ahli juga harus lebih memperhatikan kesehatan mental para remaja.

Mazaya Iffat Aqila Setiawan, Universitas Sebelas Maret

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan