12 Relawan Literasi Masyarakat Provinsi Riau 2026 Siap Gerakkan Literasi Hingga Pelosok

19

PekanbaruProgram Relawan Literasi Masyarakat (Relima) yang dilaksanakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia tahun 2026 kembali digelar. Sebanyak 12 orang Relima Provinsi Riau tahun ini siap menunaikan tugas pengembangan literasi di seluruh kabupaten dan kota.

Melalui Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2026 tentang Penetapan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2026 mencatat sebanyak 360 orang relawan mewakili kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Nama-nama Relima dari Provinsi Riau sendiri meliputi Sugiarti dan Musrifah dari Pekanbaru, Marhalim Zaini mewakili Kampar, Ahmad Syuhada AM dan Sobirin Zaini mewakili Bengkalis, Mhd. Ridwan mewakili Indragiri Hilir, Nasruddin Asn mewakili Indragiri Hulu, Budi Santoso mewakil Kepulauan Meranti, Nelvia Roza mewakili Kuantan Singingi, Maula Uswathun mewakili Rokan Hulu, Nur Aini Putri Setiawan mewakili Siak, Layasi Lidia Kando mewakili Dumai.

Tugas dan Program Relima 2026

Tulisan Terkait

Sugiarti selaku Koordinator Relima Provinsi Riau tahun 2026 menjelaskan bahwa di tahun ini Relima siap mengembangkan literasi di Riau melalui kegiatan literasi, advokasi, dan inventarisasi perpustakaan sekolah hingga Taman Baca Masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan program ini menstimulasi geliat literasi yang semakin baik di Riau.

“Sebagaimana diamanahkan oleh Perpusnas, di tahun 2026 ini kita masih sama menjalankan tiga program ya, mulai dari kegiatan literasi, advokasi hingga inventarisasi. Namun, tentunya di tahun 2026 ini pelaksanaannya lebih terukur dengan target-target yang sudah ditetapnya,” katanya usai mengikuti Bimtek Relima 2026 pada Selasa, (26/5).

Lebih lanjut Sugiarti juga menjelaskan bahwa Relima membuka ruang kerjasama dengan semua pihak untuk sama-sama bergerak. Gerakan literasi harus didukung oleh banyak pihak melalui kolaborasi hingga ke pelosok.

“Ya, Relima sangat-sangat membuka ruang kolaborasi dengan pihak manapun. Baik pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, komunitas, dan seterusnya. Silakan teman-teman yang ada di kabupaten-kabupaten di Riau jika ada rencana membuat program literasi bisa menghubungi kita di Relima untuk sama-sama berkolaborasi. Kita siap hadir hingga pelosok,” jelas penggiat literasi yang juga Ketua Umum Forum Lingkar Pena tersebut.

Relima sendiri akan bekerja selama lima bulan dalam tahun 2026. Semua pihak bisa menghubungi relawan yang ada di tiap kabupaten untuk membangun sinergi dan kolaborasi. (Naf).

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan