Kelompok 116 KKN UMRI Adakan Sosialisasi Bullying, Pelecehan Seksual, dan Public Speaking di Desa Muara Selaya

16

Muara Selaya, Kampar — Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 116 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif melalui program kerja bertajuk LENTERA SELAYA. Program ini dirancang untuk membekali generasi muda di Desa Muara Selaya, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, dengan pemahaman perlindungan diri serta peningkatan keterampilan berkomunikasi.

Rangkaian kegiatan ini diawali pada Selasa, 4 Agustus 2026, yang berfokus di SD Negeri 016 Muara Selaya. Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai pencegahan bullying (perundungan) dan pelecehan seksual sejak dini. Materi bullying disampaikan secara komunikatif oleh Adela Rahmadani dan Ayu Kartika. Mereka memaparkan berbagai bentuk perundungan—mulai dari verbal, fisik, hingga emosional—serta dampak psikologis yang dapat membahayakan perkembangan anak.

Pada saat yang sama, materi mengenai pencegahan pelecehan seksual dibawakan oleh Zahratul Aini. Agar materi yang tergolong sensitif ini dapat dipahami dengan baik oleh siswa usia sekolah dasar, penyampaian dilakukan menggunakan bahasa yang santun, sederhana, dan interaktif. Anak-anak diajarkan untuk mengenali anggota tubuh yang bersifat pribadi (private body parts), batasan sentuhan yang boleh dan tidak boleh, serta tindakan tegas yang harus diambil—seperti berani menolak, berlari, dan melaporkan kepada guru atau orang tua—jika mengalami atau menyaksikan tindakan mencurigakan. Suasana kelas tampak hidup karena para siswa aktif bertanya dan merespons setiap edukasi yang diberikan.

Tulisan Terkait

Tidak berhenti di situ, semangat edukasi kembali berlanjut pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kali ini, kegiatan menjangkau cakupan peserta yang lebih luas dengan melibatkan siswa SMP Satu Atap (Satap) Muara Selaya.

Setelah tubuh bugar, acara dilanjutkan dengan sosialisasi public speaking yang dipandu oleh Rizka Nanda Utari dan Al Azhar Firlyan. Dalam sesi ini, para pemateri membagikan teknik dasar berbicara di depan umum, cara mengelola rasa gugup (nervous), olah vokal, hingga pembentukan gestur tubuh yang baik. Lebih dari sekadar teori, siswa diajak untuk mempraktikkan langsung keberanian mereka berbicara di depan teman-temannya. Pelatihan ini bertujuan untuk mengikis rasa minder dan menumbuhkan rasa percaya diri, khususnya bagi remaja SMP Satap yang sedang dalam masa transisi mencari jati diri.

Melalui sinergi dua kegiatan besar ini, Kelompok 116 KKN UMRI berharap benih-benih kebaikan yang ditanamkan lewat program LENTERA SELAYA dapat membekas secara berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Desa Muara Selaya yang tangguh, berani menyuarakan pendapat, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan