

Pekanbaru — Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) secara resmi melepas ribuan mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Pelepasan yang berlangsung khidmat pada Senin, 27 Juli 2026 ini, menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa selama 40 hari penuh di tengah masyarakat, yang dijadwalkan berakhir pada 5 September 2026 mendatang.
Dalam prosesi pelepasan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRI memberikan arahan tegas dan pesan mendalam terkait tata tertib serta nilai-nilai dasar yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta.
“Kami berpesan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menghidupkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di desa penempatan masing-masing. Mahasiswa wajib berbaur dengan warga, salah satunya melalui rutinitas shalat Maghrib berjamaah di masjid atau musala setempat. Selain itu, demi menjaga kesetaraan antar-mahasiswa, menghindari kesenjangan sosial di tengah masyarakat desa, dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh peserta KKN dilarang keras membawa kendaraan pribadi selama masa pengabdian berlangsung,” tegas perwakilan LPPM UMRI dalam arahannya.

Semangat luhur dan kepatuhan mutlak terhadap arahan tersebut turut dibawa dengan penuh antusiasme dan kesiapan mental oleh Kelompok 129, yang mendapat amanah mulia untuk mengabdi di Desa Lereng, Kecamatan Kuok. Setibanya di lokasi penempatan, anggota Kelompok 129 langsung disambut dengan senyum ramah serta pelukan kehangatan oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang antusias menyambut kedatangan para agen perubahan ini.
Rutinitas shalat Maghrib berjamaah di musala desa juga langsung diintegrasikan sebagai momentum strategis bagi Kelompok 129 untuk bersilaturahmi, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus merancang berbagai program kerja unggulan yang benar-benar solutif dan berdampak langsung bagi kemajuan serta kesejahteraan desa.
Selama empat puluh hari ke depan, seluruh anggota Kelompok 129 berkomitmen penuh untuk mendedikasikan tenaga, pikiran, serta waktu mereka demi memberikan kontribusi nyata. Berbagai program di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan pengembangan potensi lokal telah dipersiapkan secara matang. Melalui sinergi yang kuat, kekompakan, dan kolaborasi tanpa batas antara mahasiswa dan warga Desa Lereng, masa pengabdian ini diharapkan mampu meninggalkan jejak positif yang berkelanjutan, serta membuktikan bahwa mahasiswa UMRI adalah insan akademis yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlakul karimah dan peka terhadap dinamika sosial di tengah masyarakat.