Aku Bukanlah Tempat Pulang
Aku adalah rumahmu
Tempat menempa segala rasa
Aku adalah rumahmu
Tempat berkeluh
Aku adalah rumahmu
Tempat berpulang
Aku adalah rumahmu, seharusnya
Namun duri dan paku bertebaran
Membuat siapa yang masuk tertusuk pedih
Banyak ranjau berjejer rapi
Rumah ini kurawat
Ku sayang-sayang
Bahkan debu pun enggan mendekat
Lantai licin seperti kaca
Kau bahkan dapat menari di atasnya
Harum semerbak memenuhi segala penjuru
Bunga indah mewarnai sekeliling
Semua bau dan kotor
Tidak ada benefitnya rumah ini
Dan aku bukanlah tempat pulang
Kesugihan, 16 Oktober 2026
Catatan Rakyat Miskin
Dunia makin sibuk
Dengan baris manis kata-kata mu
Diabetes bertebaran
Manis mencumbui tubuhmu lekat-lekat
Hingga kau sepakat
Kau bebas menyemai harapan
Berkuasa sesuai arahan
Harta yang merajaimu
Kamilah miliyaran triliunanmu itu
Flexing kekuasaan tidak tabu
Dunia penuh api yang membisu
Gembira melahap gersangnya tanah
Nafsumu tak terelakkan
Tuhan tolong hukum penguasa itu
Kesugihan, 23 Agustus 2026
Pantun
Tikus rakus di atas atap
Berjalannya jingkrak-jingkrak
Rakyat-rakyat makan asap
Penguasa tidur nyenyak
Tikus kecil makan disuap
Kucing lari terjerembab
Rakyat diminta adaptasi asap
Para penguasa tak punya adab
Chamdah, lulusan Magister Pendidikan Agama Islam Unissula ini adalah Guru honorer di salah satu madrasah Kabupaten Cilacap. Menyukai dunia tulis menulis terbukti telah lulus mengikuti Sekolah Kepenulisan Kosna Publisher sepanjang tahun 2026 yang dikelola oleh Intan Hafidah NH. Beberapa puisinya termuat di media online antara lain sepenuhnya.com. Novel berjudul Cinta Bersemi di Bulan Februari yang diterbitkan secara independent oleh Mentoria Media Pustaka 2024 adalah buku pertamanya. Kini aktif menjadi guru di MI Ya Bakii Kesugihan 02 dan merawat mading madrasah yang saat ini sudah terbit mading digitalnya.