
Syair Segunung Belaian Ar-Rahman
Dengan Bismillah bermula kalam
Jemari menulis sesuai ilham
Supaya rasa tiada dipendam
Tenang batin jiwa tenteram
Terik panas bulan Ramadhan
Menyengat hingga sekujur badan
Cobaan bagi orang beriman
Menahan dari segala godaan
Allah pemilik cinta terindah
Kepada hamba bersifat pemurah
Lautan kasih curah tertumpah
Bukti pertanda semesta Rahmah
Hanya terkadang manusia lupa
Banyak alasan penyebab kenapa
Ketika kemaruk dunia menerpa
Terjerumus maksiat dosa menimpa
Selalu lalai mengucap syukur
Padahal rezeki datang teratur
Ibadah jauh sempadan kufur
Hina diri jatuh tersungkur
Bukti Allah memberikan sayang
Karunia hidup bukan kepalang
Sejak rahim mati menjelang
Sungguh tiada dapat terbilang
Hidup adalah sebuah anugerah
Betapa agung kebesaran Allah
Tiada balasan selain menyembah
Supaya pribadi jangan serakah
Nafas hidup nikmati dunia
Terkandung berkah tanpa rahasia
Tinggal insan paham karunia
Meraih takwa insan mulia
Manusia tercipta sangat sempurna
Nikmat akal berdaya guna
Niat lurus pikir bijaksana
Terhindar dari duka bencana
Jikalau tidak pandai mengolah
Terbawa insan ke tempat rendah
Terhina diri tiada marwah
Sepanjang umur menjauh berkah
Orang beriman tinggi derajat
Menuntut ilmu paham hakikat
Segala buat jelas matlamat
Allah angkat beberapa tingkat
Insan mulia paling bertakwa
Perangai baik setenang jiwa
Senyum terukir ketika tertawa
Pandai bergaul tidak jumawa
Belaian Allah suguhan rezeki
Kepada makhluk maha menghendaki
Teragung sifat ilham membisiki
Sangat adil menjauh dengki
Sadarlah insan pertolongan Tuhan
Setiap usaha setiap perbuatan
Maha pengasih memberi belaian
Ketika letih penuh tatapan
Allah maha pemberi nikmat
Insan menghitung tiada dapat
Kering laut tinta mencatat
Belum selesai satu kalimat
Hendaklah mencari rezeki halal
Teramat baik sebagai bekal
Ibadah diterima urusan amal
Surga menunggu kehidupan kekal
Allah berikan kesehatan badan
Waktu luang serta kesempatan
Berguna untuk membuat amalan
Berbuat baik menebar kebaikan
Menggunung dosa ampun diberi
Pintu taubat penyesalan diri
Senantiasa terbuka datang hampiri
Merangkul peluk ulur jemari
Begitulah Allah menyayangi hamba
Luruh kasih memandang iba
Terkesima hati sujud menghamba
Terasa dekat tangan menjeremba
Syair bermadah masih bersambung
Lain sempat irama senandung
Alhamdulillah puji berikut sanjung
Hanya Allah tempat bergantung
Kelapapati, 07 Ramadhan 1442 H