Dengan Bismillah menulis syair
Merangkai kata mengikut takdir
Seiring shalawat nabi terakhir
Memohon syafa’at insan faqir
Mendayu angin membelai malam
Terusik kenangan semasa silam
Daulat Melayu singgah semayam
Meneroka maksud bangkit terendam
Tersebut kapal bernama lancang
Ukuran besar bukanlah calang
Berwarna kuning kilau cemerlang
Arung samudra luas terbentang
Lancang berguna keluarga sultan
Jika pergi membelah lautan
Keluarga Diraja pembesar kerajaan
Beberapa perahu menjaga kawalan
Makna kemuliaan warna kuning
Berhubungan kuasa tiada tanding
Sepadan agung ketika bersanding
Molek terlihat memikat saing
Warna kuning warna larangan
Hanya dipakai Raja dipertuan
Kecuali Baginda mberi berkenan
Kepada siapa rasa sepadan
Selain raja bersanksi hukum
Serata negeri sudahlah maklum
Taat patuh aturan mafhum
Tertata aturan membuat kagum
Lancang kuning sebuah armada
Membuat bangga menepuk dada
Gemilang warisan jangan ternoda
Petuah tua barisan muda
Kapal komando zaman dahulu
Kesultanan Melayu agung bertalu
Genderang syiar dipukul palu
Menepis rasa menghalau malu
Lancang kuning kembara laluan
Merentas sungai seberang lautan
Di lambung gelombang ombak buaian
Kemana arah sampai tujuan
Dalam lagu tergambar jelas
Lirik mengalun begitu jelas
Kandung semangat seruan tegas
Berpantang mundur manai ditumpas
Lancang kuning berlayar malam
Haluan menuju ke laut dalam
Kalau nakhoda kuranglah paham
Alamatlah kapal akan tenggelam**
Tersirat jelas suguhan makna
Pemimpin negeri hendaklah bijaksana
Memiliki ilmu lihai berencana
Supaya jauh karam bencana
Sangat pandai hadapi keadaan
Bukan memihak kepada golongan
Kepentingan sendiri bukan keingingan
Sejahtera negeri menjadi tumpuan
Terdapat kalimat menentang badai
Sanggup bertindak tantangan selesai
Supaya tujuan dapat tercapai
Kemelut masalah dapat diungkai
Lancang kuning berlayar malam
Jeli membaca petunjuk alam
Arah angin sinar temaram
Petunjuk bintang kelam terbenam
Seorang pemimpin berpikir lihai
Mampu berbuat sangat piawai
Janganlah sampai negeri tersadai
Umpama pintu tanpa bertirai
Tergambar jelas siasat cerdas
Mufakat kata mengemban tugas
Usaha takabur semua tak jelas
Berakhir susah hidup meranggas
Berbagai literatur beri petunjuk
Sebagai landas tempat merujuk
Tunggu sejeranganmenjadi tampuk
Ketika mengeluh dapat memujuk
Bepilin tiga makna tersirat
Simbol warna rangkai ibarat
Begitulah bila mencapai matlamat
Negeri aman tentram selamat
Warna hijau para ulama
Merekalah orang paham agama
Memberi nasehat segan umpama
Membangun negeri bersama-sama
Warna kuning lambang umara
Gebu semangat selalu menggelora
Membawa negeri maju kentara
Rakyat makmur terlepas sengsara
Warna merah tetua adat
Sangat hormat memberi pendapat
Tidak larut dalam berdepat
Menjunjung budaya tinggi berdaulat
Ketiga unsur menjadi aturan
Sebagai syarat mengambil keputusan
Dapatlah untung terhindar perpecahan
Dalam jalani roda pemerintahan
Selamatlah kapal menuju pantai
Begitulah negeri sentosa damai
Bersatu teguh jangan bercerai
Berhasil cita sejahtera tercapai
Demikian syair selesai beralun
Ketika hujan perlahan turun
Hajat menjadi semacam penuntun
Meneroka sejarah manfaat terhimpun
*Dari postingan SPN GP Ade Darmawi
**Lirik lagu Lancang Kuning
Kelapapati, 05 Syawal 1442 H