Syair Meneroka Lancang Kuning – M. Rizal Ical

Syair Meneroka Lancang Kuning*

Dengan Bismillah menulis syair
Merangkai kata mengikut takdir
Seiring shalawat nabi terakhir
Memohon syafa’at insan faqir

Mendayu angin membelai malam
Terusik kenangan semasa silam
Daulat Melayu singgah semayam
Meneroka maksud bangkit terendam

Tersebut kapal bernama lancang
Ukuran besar bukanlah calang
Berwarna kuning kilau cemerlang
Arung samudra luas terbentang

Lancang berguna keluarga sultan
Jika pergi membelah lautan
Keluarga Diraja pembesar kerajaan
Beberapa perahu menjaga kawalan

Makna kemuliaan warna kuning
Berhubungan kuasa tiada tanding
Sepadan agung ketika bersanding
Molek terlihat memikat saing
Warna kuning warna larangan
Hanya dipakai Raja dipertuan
Kecuali Baginda mberi berkenan
Kepada siapa rasa sepadan

Selain raja bersanksi hukum
Serata negeri sudahlah maklum
Taat patuh aturan mafhum
Tertata aturan membuat kagum

Lancang kuning sebuah armada
Membuat bangga menepuk dada
Gemilang warisan jangan ternoda
Petuah tua barisan muda

Kapal komando zaman dahulu
Kesultanan Melayu agung bertalu
Genderang syiar dipukul palu
Menepis rasa menghalau malu

Lancang kuning kembara laluan
Merentas sungai seberang lautan
Di lambung gelombang ombak buaian
Kemana arah sampai tujuan

Dalam lagu tergambar jelas
Lirik mengalun begitu jelas
Kandung semangat seruan tegas
Berpantang mundur manai ditumpas

Lancang kuning berlayar malam
Haluan menuju ke laut dalam
Kalau nakhoda kuranglah paham
Alamatlah kapal akan tenggelam**

Tersirat jelas suguhan makna
Pemimpin negeri hendaklah bijaksana
Memiliki ilmu lihai berencana
Supaya jauh karam bencana

Sangat pandai hadapi keadaan
Bukan memihak kepada golongan
Kepentingan sendiri bukan keingingan
Sejahtera negeri menjadi tumpuan

Terdapat kalimat menentang badai
Sanggup bertindak tantangan selesai
Supaya tujuan dapat tercapai
Kemelut masalah dapat diungkai

Lancang kuning berlayar malam
Jeli membaca petunjuk alam
Arah angin sinar temaram
Petunjuk bintang kelam terbenam

Seorang pemimpin berpikir lihai
Mampu berbuat sangat piawai
Janganlah sampai negeri tersadai
Umpama pintu tanpa bertirai

Tergambar jelas siasat cerdas
Mufakat kata mengemban tugas
Usaha takabur semua tak jelas
Berakhir susah hidup meranggas

Berbagai literatur beri petunjuk
Sebagai landas tempat merujuk
Tunggu sejeranganmenjadi tampuk
Ketika mengeluh dapat memujuk

Bepilin tiga makna tersirat
Simbol warna rangkai ibarat
Begitulah bila mencapai matlamat
Negeri aman tentram selamat

Warna hijau para ulama
Merekalah orang paham agama
Memberi nasehat segan umpama
Membangun negeri bersama-sama

Warna kuning lambang umara
Gebu semangat selalu menggelora
Membawa negeri maju kentara
Rakyat makmur terlepas sengsara

Warna merah tetua adat
Sangat hormat memberi pendapat
Tidak larut dalam berdepat
Menjunjung budaya tinggi berdaulat

Ketiga unsur menjadi aturan
Sebagai syarat mengambil keputusan
Dapatlah untung terhindar perpecahan
Dalam jalani roda pemerintahan

Selamatlah kapal menuju pantai
Begitulah negeri sentosa damai
Bersatu teguh jangan bercerai
Berhasil cita sejahtera tercapai

Demikian syair selesai beralun
Ketika hujan perlahan turun
Hajat menjadi semacam penuntun
Meneroka sejarah manfaat terhimpun

*Dari postingan SPN GP Ade Darmawi
**Lirik lagu Lancang Kuning

Kelapapati, 05 Syawal 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan