

Bertahun-tahun berinteraksi dengan Al-Qur’an sudahkah ada tumbuh rasa cinta di hati kita pada Al-Qur’an tersebut? Astaghfirullah. Ramadan bulan pengingat. Saya tidak akan membincangkan siapa-siapa dulu. Cermin buruk adalah diri saya.
Sejak tahun 2003 saya mencoba menghafal Al-Qur’an, tetapi yang terjadi, selesai dihafal satu surat dan beralih ke surat selanjutnya, hilanglah hafalan surat yang telah dihafal tersebut. Setiap pekan sampai saat ini masih berusaha menghafal Al-Qur’an, tetapi jika dimurajaah, sangat memalukan jumlah hafalan saya.
Namun, saya tetap menghafal, saya tidak berhenti. Allah saja yang tahu usaha setiap kita.
Ya, Rabb, bukankah kehidupan kita hari demi hari adalah menuju kematian. Jika telah kembali padaNya, maka tidak ada satupun hal yang bisa menyelamatkan kita kecuali amalan. Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi syafaat pada hari perhitungan. Bukan teman-teman kita yang datang, tetapi Al-Qur’an. Hari yang membuat kita tertunduk menangis sejadi-jadinya, mengingai dahsyatnya hari itu.
“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dari dari istri dan anak-anaknya, setiap orang dari mereka pada hari itu memiliki urusan yang menyibukkannya. Pada hari itu ada wajah yang berseri-seri, dan tertawa gembira, dan pada hari itu ada pula wajah yang tertutup debu (suram).” (Qs.Abasa: 34-40).
Pada hari itu yang akan datang memberi syafaat adalah Al-Qur’an yang kita baca. Bukan harta-harta kita, bukan keluarga, bukan teman, bukan apa saja yang kita banggakan saat ini.
Maka alasan apalagi yang membuat kita tidak membangun hubungan cinta dengan Al-Qur’an.
Jika hari ini aku bukan penghafal Al-Qur’an 30 juz ya Rabb, maka aku masih menjadi pembaca Al-Qur’an, aku masih menghafalnya walaupun hafalan itu pula sering hilang.
Ya Allah, selemah-lemahnya imanku padaMu, aku akan selalu berusaha untuk tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an. Meski hanya membacanya sedikit saja setiap hari.
Barangkali Engkau hanya ingin memberiku pahala menghafalnya lebih dulu, belum pada hafalan itu. Tidak apa-apa ya Allah, aku akan tetap setia dengan Al-Qur’an Mu, dalam keadaan malas dan bersemangat semoga Engkau selalu membantuku untuk tetap bersama Al-Qur’anMu.
Setiap hari kita bekerja, mencari uang, beraktivitas, melakukan ini dan itu untuk mencapai tujuan-tujuan hidup.
Namun, seiring bertambah usia, kita akan sampai pada kondisi tua. Kondisi psikologi secara rasional yang pada akhirnya akan membawa kita pada mati. Jika telah sampai di titik itu, waktunya sebentar saja. Seperti hitungan jam dan hari. Maka akhirnya adalah kita akan kembali pada Allah.
Al-Qur’an itu, dialah yang akan setia bersama kita. Apakah kita setia bersamanya selama di dunia, itu pula yang akan kita tuai jika telah datang kematian.
Ya Allah, di Ramadan ini, bantulah kami untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an Mu.
Lubuk Batu Jaya, 12 Maret 2025